icon Pengendalian penyakit menular Novel COVID-19 diberlakukan di setiap daerah.
Untuk info terkait event dan status operasional toko, silahkan cek official website yang bersangkutan.

asianbeat Website pop-culture multilingual

  • facebook
  • twitter
  • Instagram

Yoshimoto Comedy Party, ketika komedi Jepang bertemu komedi Indonesia(2/2)

  |  Next

Berikut wawancara bersama COWCOW yang dilakukan di sela-sela sesi latihan acara Yoshimoto Comedy Party:

COWCOW
Q. COWCOW sudah berapa kali datang ke Indonesia? Lalu bagaimana pendapat mengenai Indonesia?
Yoshi: Delapan kali. Menurut saya Indonesia adalah negara yang menyenangkan, sambutan masyarakatnya terhadap kami sangat hangat. Orang-orangnya ceria, pada suka dengan Jepang.

Q. Bagaimana antusias Anda berdua tampil di Yoshimoto Comedy Party hari ini?
Yoshi: Penampilan kali ini ada dua jenis, yaitu versi bahasa Indonesia untuk penonton Indonesia dan versi bahasa Jepang untuk penonton orang Jepang dan orang Indonesia yang mengerti bahasa Jepang. Pada penampilan versi bahasa Indonesia, kami akan melakukan hal yang berbeda dari penampilan yang biasa kami lakukan, seperti lelucon mengenai tahayul di Indonesia yang dibawakan melalui lagu rock. Kami menantikan seperti apakah reaksi penonton Indonesia.

Q. Berapa lama persiapannya?
Kenji Tada:Persiapannya sedikit lama, terutama untuk penampilan Tahayul Rocks. Tapi dibilang lama sampai berhari-hari juga tidak sampai sih…
Yoshi: Kemarin kebetulan ada ide baru yang terpikir ketika sedang melakukan wawancara dengan media. Cukup banyak ide yang muncul saat wawancara ya…

Q.Apa yang membuat kalian memutuskan untuk menjadi komedian?
Kenji Tada:Kami berdua teman sekelas saat SMP dan SMA, dan pada saat itu kami mulai mencoba melawak. Dalam waktu yang cukup lama itu, setelah lulus SMA kami masuk ke dunia komedi.

Q. Adakah komedian yang memberikan kalian inspirasi?
Yoshi:Sejak kecil kami selalu melihat penampilan para komedian senior, boleh dibilang semua komedian senior tersebut yang memberikan kami inspirasi.
Kenji Tada: Para komedian yang muncul saat ini semuanya mendapatkan inspirasi dari para senior.

Q. Bagaimana dengan komedian di luar Jepang?
Yoshi:Kalau komedian luar negeri kami hampir tidak punya waktu untuk menonton penampilan mereka. Tapi beberapa waktu lalu kami sempat melihat Sule-san di acara Opera Van Java, ia ikut melakukan gerakan Atarimae Taiso.
Kenji Tada:Sebelum kami datang ke Indonesia, mereka sudah melakukan gerakan Atarimae Taiso di acara TV dan diterima dengan sangat baik. Kami melihatnya di Youtube, dan kaget melihat reaksi hangat mereka terhadap lawakan kami. Dari sanalah asal mula dibuatkan Atarimae Taiso versi Indonesia.
Yoshi:Kami pertama kali tampil di Indonesia juga lewat acara Opera Van Java.
Kenji Tada:Apalagi waktu itu tayangannya secara live dan diperpanjang durasinya. Sebuah acara variety show diperpanjang durasinya adalah suatu hal yang tidak mungkin terjadi di TV Jepang. Tapi mungkin di Indonesia itu adalah hal yang biasa ya.

Q.Dari manakah ide dan konsep untuk joke kalian seperti Atarimae Taiso?
Kenji Tada:Kalau Atarimae Taiso sebenarnya lebih ke panduan senam Jepang yang saya buat sendiri. Dengan konsep berjalan melangkahkan kaki kanan dan kaki kiri. Lalu suatu ketika partner saya membuatkan lagu untuk gerakan tersebut seperti lagu yang digunakan pada senam Jepang.

Q. Adakah lawakan yang ingin Anda berdua coba selain yang pernah dilakukan sebelumnya?
Kenji Tada:Hari ini kami melakukan dua lawakan baru, mungkin setelah itu kami akan memikirkan lawakan yang baru. Soalnya dua lawakan tersebut masih pertama kali dicoba atau lebih tepatnya sedang diuji coba, setelah melewati itu mungkin akan terlihat ide lainnya.

Q. Sebagai komedian yang sudah terkenal, apa harapan kalian di masa mendatang?
Yoshi:Kalau taget dalam waktu dekat, saya berharap Atarimae Taiso bisa lebih dikenal lagi di Indonesia dan juga meluas ke negara lain seperti di Eropa, Amerika. Kalau bisa juga menampilkan Atarimae Taiso di upacara pembukaan Olimpiade Tokyo 2020. (tertawa) Lalu apabila orang-orang ditanya senam apakah yang dikenal mereka? Jawabannya Atarimae Taiso.
Kenji Tada:Menjadikan Atarimae Taiso sebagai senam di seluruh dunia. Langkah pertama dimulai dari Indonesia lalu terhubung ke seluruh dunia.

COWCOW

Overseas correspondent Lily PROFILE

LilyBerdomisili di Bandung, Indonesia. Saat ini menjadi salah satu staf Doki-Doki Station.
Mantan pemimpin redaksi Animonster, majalah pop culture Jepang terbesar di Indonesia.
Sejak kecil ia sudah menggemari pop culture Jepang, khususnya menyukai manga, dan kini sedang menggemari musik, dorama, dan fashion kawaii dari Jepang. Dengan tujuan memperkenalkan dan mengembangkan fashion kawaii Jepang ke Indonesia, ia membuka online shop yang mengimpor fashion dari Jepang.

Mengenai Doki Doki Station

Doki Doki Station pertama kali terbentuk pada tahun 1999 dan beroperasi sebagai online shop pada tahun 2000. Pada tahun 2010, Doki Doki Station mengembangkan diri sebagai media dan e-commerce yang bergerak di bidang kebudayaan pop Jepang. Selain menjual barang-barang original dari Jepang, Doki Doki Station juga bergerak sebagai media yang memberikan informasi-informasi yang tidak terbatas pada kebudayaan pop Jepang, tetapi juga mengenai Jepang pada umumnya.
  |  Next

WHAT’S NEW

EDITORS' PICKS

  • This is Fukuoka
  • Interview Now
  • WFS
  • オタクマップ
  • HOT SPOTS

PRESENTS

Semua informasi hadiah asianbeat Present Campaign!
  • Okasaki Miho, Kumada Akane, MindaRyn
  • ◆ Winner announced! Menangkankartu yang telah ditandatangani oleh Aoyama Yoshino dan Suzushiro Sayumi!
  • Okasaki Miho, Kumada Akane, MindaRyn
  • ◆ Winner announced! Menangkankartu yang telah ditandatangani oleh Okasaki Miho, Kumada Akane, dan MindaRyn!
  •  That Time I Got Reincarnated as a Slime the Movie Guren no Kizuna-hen
  • ◆ Winner announced! Menangkan Movie "Tensura" official acrylic smartphone stand dan Rimuru eco bag!