asianbeat Website pop-culture multilingual

  • facebook
  • twitter

Interview Now - Toshio Suzuki, produser Studio Ghibli -(1/2)

Previous  |  
Toshio Suzuki
Produser Studio Ghibli, Toshio Suzuki, datang ke Jakarta di acara press conference The World of Ghibli Jakarta pada tanggal 30 Maret 2017. Usai acara, para media berkesempatan melakukan wawancara khusus bersama beliau. Berikut wawancaranya:

Toshio Suzuki
Anda sudah pernah datang ke Jakarta dua kali. Bagaimana kesan Anda terhadap Indonesia?

Ini kedua kalinya ya, dan kali inipun saya datang karena pekerjaan, jadi saya tidak tahu apa-apa mengenai Indonesia. (tertawa) Tapi, sebelum acara press conference, saya sempat jalan-jalan di sekitar hotel. Di antara gedung-gedung modern saya melihat ada restoran, tempat pijat dan kantin bernuansa jaman dulu, dan saya sangat menyukainya. Ternyata selain gedung-gedung, ada juga daerah yang bernunasa jaman dulunya ya. Saya akan merasa senang datang ke tempat seperti itu apabila sedang merasa galau.

Apa pendapat Anda setelah mengetahui ada ribuan fans Ghibli di Indonesia? Apalagi sebelum adanya proyek The World of Ghibli Jakarta, film-film Ghibli belum pernah ditayangkan secara resmi di Indonesia.

Sejujurnya saya merasa kaget melihat ada banyak fans. Saya pikir mereka bisa saja menonton film Ghibli melalui DVD ataupun BluRay dan sejenisnya. Saya senang karena bila sebelumnya mereka hanya bisa menonton film-film Ghibli lewat layar kecil, kini bisa menonton melalui layar lebar.

Kemarin kami para media sudah menonton Spirited Away melalui screening. Ada banyak nilai filosofi yang terkandung di dalamnya, seperti nilai kebaikan, dll yang agak rumit untuk dimengerti. Bagaimana resepnya Studio Ghibli agar bisa menyampaikan nilai filosifi kepada penonton secara sederhana melalui film?

Saya selalu berpikir ada 3 hal penting saat pembuatan film. Yang pertama tentu saja membuat film itu menarik untuk ditonton ya. Lalu kedua adalah penyampaian tema yang baik, dan hal itu juga terjadi pada film Spirited Away. Dan yang ketiga adalah banyak orang yang menontonnya sehingga ada pemasukan. Sebab kalau tidak ada pemasukan, tidak akan ada film selanjutnya (yang akan dibuat). Lalu mengenai penyampaian nilai filosofi, saya rasa itu merupakan kelebihan dari film Ghibli yang ada dalam setiap detail adegan, sehingga dapat mudah dimengerti.
Saat film Ghibli diputuskan untuk tayang diluar Jepang, biasanya ada hal tertentu yang harus dilakukan, misalnya saat pengeditan film, lagu, dll. Bagaimana tanggapan Anda mengenai hal itu?

Itu bukan film Ghibli, tapi terjadi pada film animasi dan live action Jepang sejak jaman dulu. Saat itu setiap film yang akan tayang mengalami pengeditan, sensor, bahkan lagunya pun diganti. Yang ingin kami (Ghibli) lakukan adalah penayangan film Ghibli di luar negeri tidak diedit maupun diganti lagunya, jadi diputar apa adanya. Bagi saya ini merupakan hal yang paling penting.
Salah satu alasan kami mengikat kerjasama dengan perusahaan Disney juga karena hanya Disney yang tidak mengedit dan mengubah lagu film kami. Ada banyak perusahaan Amerika lain yang mengajak kerjasama, tapi hanya Disney yang bisa memastikan persyaratan tersebut, sehingga akhirnya kami bekerjasama.
Toshio Suzuki
Hal apa yang paling ingin disampaikan kepada penonton melalui film-film Ghibli?

Menurut saya film animasi paling cocok ditonton oleh anak-anak. Karena itu, yang disampaikan dalam film bukanlah hal yang membuat mereka putus asa, tapi harus memberikan sebuah harapan. Jadi ketika mereka menontonnya tidak akan merasakan hal yang tidak menyenangkan.

Sekarang ini animasi 3D lebih populer dibandingkan animasi 2D. Mengapa Studio Ghibli masih mempertahankan animasi 2D?

Karena kami menguasai 2D. Lagipula Hayao Miyazaki sudah terlalu tua, tidak ada keinginan untuk belajar 3D.

Studio Ghibli pernah berkolaborasi dengan animator Belgia saat membuat film The Red Turtle. Apakah ke depannya akan berkolaborasi lagi dengan animator luar negeri?

Saya rasa tidak. Sedikit koreksi, bukan animator Belgia, tapi Belanda.

Diantara film-film Ghibli yang ada, mana film yang paling berkesan untuk Anda?

Semuanya. Saya tidak akan bisa berkata film ini yang paling bagus, karena semua film itu sudah seperti anak sendiri. Saya tidak ingin mengatakan anak ini baik, atau anak yang ini tidak baik.

Musik adalah salah satu hal yang penting dalam sebuah film. Bagaimana cara Anda menyatukan musik yang ditangani Hisaishi-san ke dalam sebuah film?

Pertanyaan yang sulit ya… Kenapa sulit, karena kebutuhan setiap film berbeda-beda.
Misalnya saat Joe Hisaishi tengah bekerjasama dengan Hayao Miyazaki. Yang menemui Hisaishi-san kebanyakan justru saya. Saya ambil contoh film Mononoke Hime. Karena film itu mengambil latar tempat negara Jepang, Hisaishi-san bertanya pada saya apakah ia harus membuat lagu bernuansa Jepang? Ketika itu saya tidak sependapat, dan mengatakan bahwa Hayao Miyazaki mungkin akan lebih setuju bila menggunakan musik nuansa Irlandia. Setiap film beda-beda kebutuhannya.
Previous  |  

WHAT’S NEW

EDITORS' PICKS

  • This is Fukuoka
  • Interview Now
  • Misako Aoki’s “Kawaii Revolution” Interviews  Produced by 
Takamasa Sakurai
  • WFS
  • オタクマップ
  • HOT SPOTS

PRESENTS

Semua informasi hadiah asianbeat Present Campaign!
  • Annabelmemenangkan doujin CD edisi spesial terbaru "Nylon Town" yang telah dirandatangani oleh Annabel! Jangan lewatkan kesempatan ini!
    [Details] Click HERE!
  • プレゼント* Para pembaca yang mengisi survey berkesempatan ikut dalam undian dan memenangkan hadiah menarik dari kami!
    [Details] Click HERE!
  • アンティック-珈琲店-* Dapatkan kartu yang telah ditandatangani oleh ANTIC CAFE - Teruki -!!
    [Details] Click HERE! Present *Dapatkan clear file yang telah ditandatangani oleh Pikarin Shiina!
    [Details] Click HERE!
  • INFORMATION