asianbeat Website pop-culture multilingual

  • facebook
  • twitter

[Kobori's Bangkok Report] Seniman yang sedang naik daun akan membuka pameran rakusui sukiyo 「落水透世」 di Thailand

Ingin menjadi diri sendiri yang natural

Apakah anda mengenal kesenian menggambar「落水透世 (Rakusui Sukiyo)」? Teknik ini adalah teknik orisinil menggambar motif dengan cara menjatuhkan air secara ga langsung di gambar yang telah dilukis di kertas tradisional jepang. Seperti pameran lukisan di Jepang, seorang seniman jepang yang menggunakan teknik baru ini telah menyelenggarakan sebuah pameran juga di Thailand. Chemi AKUTAMI lahir di kota Mino prefektur Gifu. Seniman yang sedang naik daun ini membuka pameran yang pertama kalinya di Thailand di Galeri Bangkok.

Lukisannya adalah lukisan dengan motif pastel (motif dengan warna lembut) dengan warna cerah di kertas Jepang yang dibuat dengan tangan. Chemi menjadikan「Ukiyo-e (Lukisan Dunia Mengambang) sebagai motif, produk yang dihasilkannya adalah lukisan yang cerah namun menyegarkan dan tentunya sangat cocok disebut dengan Ukiyo-e generasi baru. Di pameran tersebut, lukisan yang dipamerkan berjumlah kurang lebih 50 buah dan ukurannya pun beragam. Chemi membuat sendiri kertas jepang yg dipakai untuk melukis dan melukis sendiri di kertas tersebut.
タイで新進気鋭の「落水透世」アーティストが個展開く
タイで新進気鋭の「落水透世」アーティストが個展開く
タイで新進気鋭の「落水透世」アーティストが個展開く

Meskipun Ibunya adalah seorang seniman profesional, pada masa kanak-kanaknya Chemi menggambar hanya untuk hobi. "pada saat kecil tinggal di Wanbaku, kemudian setelah itu pindah ke Hatenkou" , kehidupan yang benar-benar tidak berhubungan dengan lukisan. Titik baliknya adalah pada saat umur 32 tahun. Pada saat itu dia ingin menemukan kembali hidupnya. dan akhirnya setelah berpikir lama, akhirnya Chemi mengambil keputusan untuk melukis dan menjadi seorang seniman.

Menjadi seorang seniman kemungkinan ada pengaruh dari Ibu nya. Dia selalu terobsesi untuk melukis lukisan yang indah dan tidak akan didapat di sekolah normal. Setelah selalu mencoba untuk melukis pohon, batu dan lainnya, akhirnya muncullah ide untuk membuat Minowashi (Kertas Jepang Mino) yang sekarang menjadi produk spesial dari kampung halamannya.

Untuk mempelajari cara membuat kertas Jepang, Chemi menjadi murid dari seorang Ahli kerajinan pembuat kertas tradisional jepang. "Sampe sekarang pun masih belajar" katanya. Pada saat menyelesaikan lukisan dengan menggunakan teknik Rakusui Sukiyo, dimana teknik ini ditemukannya sendiri, dan dilukis di kertas Jepang yang dibuatnya sendiri, Chemi berpikir untuk membuat pameran. Pertama-tama yang lokasi dituju adalah Le Marais, Paris, Perancis. Meskipun disana tidak ada kenalan dan tidak ada koneksi, Chemi bisa sukses dan ini menambah kepercayaan dirinya.
タイで新進気鋭の「落水透世」アーティストが個展開く
タイで新進気鋭の「落水透世」アーティストが個展開く
タイで新進気鋭の「落水透世」アーティストが個展開く
タイで新進気鋭の「落水透世」アーティストが個展開く
タイで新進気鋭の「落水透世」アーティストが個展開く

Kegiatan utama Chemi ketika berada di Jepang adalah melukis. Dalam setahun, Chemi beberapa kali keluar negeri untuk menyelenggarakan pameran. Di tempat-tempat yang dikunjungi, Chemi bukan hanya mengenal orang-orang baru, tetapi juga mendapatkan pengalaman-pengalaman bodoh. Pada saat itu, Chemi berpikir bahwa kalau hanya sekedar Ukiyo-e, orang-orang pasti tahu akan hal ini, dan ternyata jawaban yang sering didapat adalah 「Saya cuma tahu Ninja, Nakata, Nagatomo」. Yang lebih parahnya lagi, jawaban yang pernah didapat adalah 「Bruce Lee! Bruce Lee!」

Pameran di Bangkok ini terlaksana karena diperkenalkan oleh teman nya. Meskipun baru pertama kali nya di Thailand, tetapi Chemi merasa 「Wah, bisa terlaksana dengan baik ini」. Orang Jepang yang tinggal di Thailand pun banyak, orang Thailand sendiri pun baik hati dan ramah-ramah. Pada akhirnya, Chemi menyelesaikan pameran kali ini dan berjanji untuk menyelenggarakan pameran lagi di Thailand.

Pada saat mulai melukis, sebagai seorang seniman, Chemi pernah merasa terkejut. Gurunya pernah berkata「Semuanya terlihat seperti orang kulit putih」. Tetapi sebenarnya tanpa disadari, Chemi merasa di dalam tubuh nya sendiri telah tertanam pola pikir Barat. Chemi pun bingung apakah hal ini baik atau tidak untuk dirinya sendiri dan akhirnya pada waktu itu, kesimpulan yang diambilnya adalah 「Hanya ini yang bisa saya jalanin, ini lah diriku sendiri」.
 
Oleh karena itu, sekarang Chemi hanya ingin terpusat dengan Asia. 「Saya adalah orang Jepang, orang Asia. Sampai mana saya bisa menyampaikan pesan-pesan lewat lukisan saya. Saya akan berkonsentrasi untuk menunjukkan sisi diri saya yang natural」, katanya.

Link Eksternal

Profil Kobori, Penulis Mancanegara

kobori_p.jpg Bekas jurnalis surat kabar yang bertualang di Bangkok, Thailand pada November 2011. Sering menulis untuk Tokyo Shimbun (Chunichi Shimbun Tokyo HQ) dan TV Asahi di departemen berita lokal. Pernah memimpin Divisi 2 dan 4 di Kepolisian Metropolitan selama 4 tahun. Asalnya adalah seorang reporter kepolisian tetapi juga menulis tentang hal-hal lain juga termasuk politik, ekonomi, sosial dan budaya. Akhir-akhir ini menulis untuk majalah web "anngle" http://anngle.org/ - Berita Asia dan info dari perspektif Thailand.

WHAT’S NEW

EDITORS' PICKS

  • This is Fukuoka
  • Interview Now
  • Misako Aoki’s “Kawaii Revolution” Interviews  Produced by 
Takamasa Sakurai
  • WFS
  • オタクマップ
  • HOT SPOTS

PRESENTS

Semua informasi hadiah asianbeat Present Campaign!
Present* Win a signed goods from Gekijoban Gokigen Teikoku Ichiho Shirahata and Hibiki Kunogi!
[Details] Click HERE!

Present* Win a CD signed by Taketeru Sunamori!
[Details] Click HERE!

Present* Ayo Berpartisipasi Dalam Survey Pembaca dan Menangkan Hadiah Menariknya!
[Details] Click HERE!

Present* Win a card signed by Hiroshi Koujina or a Studio Live 40th anniversary book and commemorative file!
[Details] Click HERE!

Present* Win a booklet autographed by Chiaki Ishikawa!
[Details] Click HERE!

Present* Win a card autographed by hitomi!
[Details] Click HERE!

INFORMATION