- Home
- Artikel Khusus
- Interview Now
- Interview Now ~ Anupong ~
Interview Now ~ Anupong ~(1/2)
Previous | Next

asianbeat (ab): Ini ketiga kalinya Anupong ke Indonesia. Apa pendapat Anda tentang Indonesia?


Anupong: Ini ketiga kalinya saya datang ke Indonesia dan saya sangat senang bisa kembali lagi karena saya selalu mendapatkan pengalaman baru setiap kali saya datang ke Indonesia. Pertama kali saya datang ke Indonesia saya tidak memiliki waktu untuk jalan-jalan, hanya bisa mengelilingi daerah sekitar tempat acara. Namun kali ini, saya memiliki waktu lebih banyak untuk berwisata ke berbagai tempat.
ab: Bicara soal gunpla, menurut Anda, apa yang membedakan antara pembuat gunpla biasa dengan seorang profesional?
Anupong: Menurut saya, seorang profesional itu menjadikan sesuatu hal menjadi pekerjaan sehari-hari. Sama halnya dengan pekerjaan lainnya, professional gunpla builder itu memiliki kemampuan dan semangat yang berbeda dengan orang yang hanya hobi mengumpulkan gunpla. Hal ini dapat dilihat dari teknik-teknik yang dipakai oleh para pro-modeler untuk membuat gunplay-nya. Mereka mampu membuat gunpla yang rapi, menarik, dan berbeda dari yang biasa. Mereka juga memiliki gairah untuk selalu belajar teknik-teknik baru dan yang berguna untuk membuat gunpla di kemudian hari.
ab: Bagaimana pertama kalinya Anda tertarik pada dunia gunpla?
Anupong: Gunpla pertama yang saya rakit adalah MG Strike Gundam dan saya sangat senang hanya dengan menyelesaikannya sesuai buku panduan. Namun ketika saya membandingkan gunpla saya dengan milik orang Jepang, saya terheran dengan betapa detilnya mereka membuat gunpla. Saya terkesima dengan MG Strike Gundam yang memiliki bentuk yang sama, namun berbeda warna dan detilnya. Hal itu yang membuat saya untuk mulai aktif mencari tahu cara memodifikasi gunpla lewat saudara saya dan forum online. Bahkan forum yang berbahasa Jepang pun saya terjemahkan satu-persatu agar saya bisa belajar untuk semakin baik membuat gunpla secara profesional.
ab: Bagaimana Anda bisa mengikuti dan memenangkan Gunpla Builders World Championship 2010?
Anupong: Saya mengikuti GBWC 2010 itu tidak memikirkan apakah saya akan menang atau tidak. Waktu itu adalah pertama kali saya mengikuti GBWC dan saya berada di masa paling aktif untuk mencari ilmu dalam merakit gunpla. Saya hanya melakukan apa yang saya pelajari dari para profesional yang sudah ada. Saya merakit gunpla itu dalam waktu 2 bulan hingga akhirnya saya membeli mesin airbrush dan mulai mewarnainya. Namun apa yang membuat saya berbeda dengan para kompetitor lain adalah modifikasi yang saya lakukan. Pada waktu itu saya melakukan teknik yang bernama “panel line” dan ini yang membuat saya bisa menjadi juara dalam GBWC 2010. Saya pun kaget karena di waktu itu, para peserta dan juri tidak melakukan teknik “panel line” ini, mereka tidak mengetahuinya. Saya yang berasal dari Thailand dan pertama kali mengikuti kompetisi adalah orang pertama melakukan “panel line”. Kreatifitas dan kemauan yang kuat inilah yang membuat saya bisa memenangkan GBWC 2010.
Anupong: Menurut saya, seorang profesional itu menjadikan sesuatu hal menjadi pekerjaan sehari-hari. Sama halnya dengan pekerjaan lainnya, professional gunpla builder itu memiliki kemampuan dan semangat yang berbeda dengan orang yang hanya hobi mengumpulkan gunpla. Hal ini dapat dilihat dari teknik-teknik yang dipakai oleh para pro-modeler untuk membuat gunplay-nya. Mereka mampu membuat gunpla yang rapi, menarik, dan berbeda dari yang biasa. Mereka juga memiliki gairah untuk selalu belajar teknik-teknik baru dan yang berguna untuk membuat gunpla di kemudian hari.
ab: Bagaimana pertama kalinya Anda tertarik pada dunia gunpla?
Anupong: Gunpla pertama yang saya rakit adalah MG Strike Gundam dan saya sangat senang hanya dengan menyelesaikannya sesuai buku panduan. Namun ketika saya membandingkan gunpla saya dengan milik orang Jepang, saya terheran dengan betapa detilnya mereka membuat gunpla. Saya terkesima dengan MG Strike Gundam yang memiliki bentuk yang sama, namun berbeda warna dan detilnya. Hal itu yang membuat saya untuk mulai aktif mencari tahu cara memodifikasi gunpla lewat saudara saya dan forum online. Bahkan forum yang berbahasa Jepang pun saya terjemahkan satu-persatu agar saya bisa belajar untuk semakin baik membuat gunpla secara profesional.
ab: Bagaimana Anda bisa mengikuti dan memenangkan Gunpla Builders World Championship 2010?
Anupong: Saya mengikuti GBWC 2010 itu tidak memikirkan apakah saya akan menang atau tidak. Waktu itu adalah pertama kali saya mengikuti GBWC dan saya berada di masa paling aktif untuk mencari ilmu dalam merakit gunpla. Saya hanya melakukan apa yang saya pelajari dari para profesional yang sudah ada. Saya merakit gunpla itu dalam waktu 2 bulan hingga akhirnya saya membeli mesin airbrush dan mulai mewarnainya. Namun apa yang membuat saya berbeda dengan para kompetitor lain adalah modifikasi yang saya lakukan. Pada waktu itu saya melakukan teknik yang bernama “panel line” dan ini yang membuat saya bisa menjadi juara dalam GBWC 2010. Saya pun kaget karena di waktu itu, para peserta dan juri tidak melakukan teknik “panel line” ini, mereka tidak mengetahuinya. Saya yang berasal dari Thailand dan pertama kali mengikuti kompetisi adalah orang pertama melakukan “panel line”. Kreatifitas dan kemauan yang kuat inilah yang membuat saya bisa memenangkan GBWC 2010.
Previous | Next
WHAT’S NEW
EDITORS' PICKS
PRESENTS
Semua informasi hadiah asianbeat Present Campaign!
- ◆ Winner announced! Menangkankartu yang telah ditandatangani oleh Aoyama Yoshino dan Suzushiro Sayumi!
- ◆ Winner announced! Menangkankartu yang telah ditandatangani oleh Okasaki Miho, Kumada Akane, dan MindaRyn!
- ◆ Winner announced! Menangkan Movie "Tensura" official acrylic smartphone stand dan Rimuru eco bag!