asianbeat Website pop-culture multilingual

  • facebook
  • twitter

Vol.16 Hiroshi Koujina - The Wonderful Idol Path -

TEAM SAKUSAKU presents ~ Favorite Collections ~

Idol pertama yang saya lihat dengan mata kepala saya, tingginya hanya 3cm.

Waktu itu masih awal musim dingin, tapi saya sudah merasa sangat kedinginan. Saya saat itu sedang berbaris di depan Kumamoto Civic Auditorium, dan itu adalah pertama kalinya saya sampai menginap di luar untuk antri membeli tiket konser, jadi saya ingat dengan sangat jelas. Waktu itu, Januari 1977, saya masih kelas 2 SMP, dan saya sudah menunggu selama 4 tahun untuk bisa masuk ke konser idol. Nama idolnya Junko Sakurada. Dari spot saya yang ada di belakang, Junko terlihat bersinar dengan aura agung nya, dia tampak sangat terang, bahkan saya sampai agak kesulitan untuk melihatnya dengan jelas. Saya memutuskan mengukur ukuran "malaikat" yang ada di depan saya ini, dengan ibu jari dan jari telunjuk saya... Idol pertama yang saya lihat dengan mata kepala saya, tingginya hanya 3cm.

Topi malaikat dan kaos kaki tingginya. Mata indahnya yang menusuk hati semua yang melihatnya - Junko Sakurada menjadi titik awal dari "jalan idol" saya. Waktu itu, dia termasuk salah satu idol paling top di Jepang, berdampingan dengan Momoe Yamaguchi dan Masako Mori, dan mereka bertiga sering disebut sebagai "hana no chusan torio" (lit: trio bunga kelas 3 SMP). Saya selalu mengecek jadwal TV setiap hari, dan tiap bulan saya selalu menanti edisi terbaru majalah "Myojo" dan "Heibon," dan tiap kali mereka merilis lagu baru, saya langsung beli di toko rekaman. Saya terpikir, berapa kotak snack rice crackers Glico "Comecco" dengan wajahnya yang sudah saya habiskan... Dia juga yang menjadi alasan kami berlangganan koran ketika saya berada di bangku SMP dan SMA.

Tapi, ketika Momoe Yamagushi memutuskan gantung mic dan pensiun dari industri entertainment, Junko memulai karir barunya sebagai aktris. Seiko Matsuda menjadi wajah generasi baru. Waktu itu, saya pindah ke Tokyo untuk menjadi animator.
Saya sedang pusing dengan anime yang saya kerjakan ketika pada 1985, halaman gravure dari Shonen Magazine menarik perhatian saya. Saya menemukan Yoko Minamino, dengan bintik menawan di dagunya. "Onyanko Club" sedang populer saat itu, di jaman di mana idol dipandang sebagai "gadis di rumah sebelah" atau "gadis teman sekelas." Ushiroyubi Sasaregumi, duo idol yang membawakan theme song untuk seri anime "High School! Kimen-gumi" juga imut, tapi bagi saya, “Sukeban Deka” (lit: Delinquent Girl Detective) lebih berhasil mencuri hati saya.
Saat itu saya sedang mengerjakan versi theater untuk "Hokuto no Ken" (Fist of the North Star), dan walaupun saya seharusnya parkir di Toei Animation, saya sengaja parkir di perusahaan induk Toei, dan jalan kaki dari sana. Saya pikir, kalau saya jalan kaki dari sana, saya mungkin bisa ketemu dengan Asamiya Saki dari Sukeban Deka, tapi kenyataannya, walaupun saya bisa ketemu dengan Hiroshi Fujioka, saya tidak pernah ketemu langsung dengan Asamiya Saki...

Junko Sakurada Yoko Minamino
3cm Junko Sakurada limited edition record, dan kartu fan club Yoko Minamino milik saya
Saya tidak pernah berkeinginan menjadi seorang idol
Satu hal yang banyak terdengar dari fans perempuan Hello!Pro adalah "akogareru" (inspirasi), dan ada banyak orang dari antara fans itu yang akhirnya juga menjadi idol. Saya pikir mungkin inilah perbedaan utama antara fans idol dari kalangan laki-laki dan dari kalangan perempuan.
Setelah Yoko Minamino, saya berpindah haluan dari idol perempuan. Kali ini saya mengidolakan seorang pembalap F1, Ayrton Senna. Saya pergi ke Sirkuit Suzuka tiap tahun dari 1988-1991 untuk melihat dia balapan. Saya membeli photo books nya, bahkan saya juga membeli fan-published dojinshi tentang dia. Saya mengirim 200 aplikasi untuk memenangkan Paddock Pass Sirkuit Suzuka. Pada akhirnya, saya berkesempatan untuk bertemu langsung dengan dia. Saya sangat bahagia pada saat itu. Dia bisa menunjukkan "kelemahan sebagai seorang manusia" dan "kekuatan sebagai seorang pembalap" pada saat bersamaan, dan saya merasa tertarik dengan hal itu. Walaupun dia juga seorang laki-laki, saya tidak pernah berkeinginan untuk menjadi dia.

Idol tidak harus seorang manusia
Bagi saya, selama ada karakter yang mencukupi, binatang pun bisa menjadi "idol." Pada puncak popularitas Senna di tahun 1991, seekor kuda thoroughbred pendatang baru yang memenangkan Japan Derby, bernama "Tokai Teio." Teio tampak sangat berbeda dengan kuda pacu lainnya yang pernah saya lihat. posturnya yang sangat elegan, dan ekspresi wajahnya ketika dia melihat dari kejauhan tampak seolah dia bukan seekor kuda. Bagi saya, kuda itu (Teio) punya kepribadian, dia sangat keren.
Cara berjalannya tampak ringan seperti sedang menari, dan tubuhnya yang terentang penuh ketika dia berlari tampak seolah dia sedang terbang. Bahkan ada joki yang sampai berkomentar, "Kalau menunggangi kuda lain diumpamakan seperti mengendarai Corolla, menunggangi Teio itu seperti mengendarai Benz." Bahkan ada saat yang sangat menyentuh, ketika dia pulih dari patah tulang untuk ketiga kalinya, dan kembali berpacu untuk pertamakalinya dalam tahun itu di Arima Kinen. Saya tetap menjaga ketertarikan saya bahkan setelah dia pensiun, bahkan saya bergabung dengan Thoroughbred Club. Kalau bukan karena Teio, saya mungkin tidak akan terlibat dengan "Orfevre," yang memenangkan "Triple Crown." Karena Teio lah saya bisa merasakan momen-momen istimewa seperti ini.

Ayrton Senna & Tokai Teio
Ayrton Senna & Tokai Teio

Setelah major debut Morning Musume。 pada 1998, saya tertarik dengan Kaori Iida, Rika Ishikawa, Aya Matsuura, Risako Sugaya, Saki Nakajima... dan Hello! Project, dan sekarang, di tahun 2016 ini, saya tertarik dengan "Country Girls." Dibandingkan dengan 40 tahun lalu ketika saya harus menunggu 4 tahun untuk bisa melihat sebuah konser, sekarang saya bisa menemui idol dalam event dan konser tiap minggu. Pada idol yang ada di hadapan saya pun tingginya tidak hanya 3cm; mereka sebesar manusia normal, bahkan saya pun bisa bersalaman dengan mereka.

Pada dasarnya, (mungkin bagi kalian ini hanya komentar konyol dari om-om gak jelas), saya merasa idol selayaknya tetap ada di luar jangkauan. Dengan menjadi sosok yang sulit dijangkaulah, idol bisa dibilang idol.
Setelah menulis artikel ini, saya memutuskan untuk mencari kembali koleksi rekaman Junko Sakurada milik saya. Saya tidak punya record player, tapi hanya dengan melihat lirik nya, intro musiknya langsung bermain di dalam kepala saya, dan tanpa sadar saya pun mulai bergumam sendiri. Sangat menyenangkan, dan sangat seru! Saya merasa masa muda saya sangat asik, dan saya akan terus berjalan di jalan idol yang luar biasa ini kedepannya.

“Idols: banzai!!”

PROFIL

Hiroshi KoujinaHiroshi Koujina

Perwakilan dari anime creator“Studio Live.”
Seorang anime creator, karya utamanya termasuk "Hunter×Hunter" (Direktur), "Kiba" (Direktur), "Pluster World" (Character Design), "City Hunter’91" (Character Design dan Head Animation Director), dll.
Bersama dengan tim staffnya, saat ini sedang mengerjakan anime "Idol Jihen," yang dijadwalkan akan tayang mulai Januari 2017.

- Twitter: @hiroshikoujina
- Nico Nico Douga: http://ch.nicovideo.jp/stlive

PRESENT!

DUA pembaca beruntung dari asianbeat berkesempatan memenangkan kartu yang ditandatangani oleh Hiroshi Koujina (1 pemenang), dan "Studio Live 40th anniversary book and commemorative file" (1 pemenang). Jangan lewatkan kesempatan ini!

[Periode Pendaftaran]
Senin, 31 Oktober - Minggu, 27 November 2016 (Japan Standard Time)

Pengumuman Pemenang
Rabu, 30 November 2016

Periode pendaftaran telah berakhir. Terima kasih!

Pemenang yang beruntung adalah...

- Hiroshi Koujina signed card
ヒナ san

- Studio Live 40th anniversary book and commemorative file
ぺんはち san

.....Selamat ya!!

(Pemenang akan dihubungi langsung oleh tim asianbeat)

Hiroshi Koujina
Hiroshi Koujina

INFORMATION

Website TEAM SAKUSAKU telah dibuka pada 19 Oktober 2016!!
Silahkan cek website baru ini di >> http://teamsakusaku.com/
Back list Next

Artikel Terkait

Comment section ini adalah tempat bagi pembaca untuk memberikan pendapat dan komentar. Komentar yang tidak sesuai dapat dihapus oleh pihak asianbeat, karena itu tolong tulis komentar dengan sopan. Terima kasih!

WHAT’S NEW

EDITORS' PICKS

  • This is Fukuoka
  • Interview Now
  • Misako Aoki’s “Kawaii Revolution” Interviews  Produced by 
Takamasa Sakurai
  • WFS
  • オタクマップ
  • HOT SPOTS

PRESENTS

Semua informasi hadiah asianbeat Present Campaign!
Present* Win a signed goods from Gekijoban Gokigen Teikoku Ichiho Shirahata and Hibiki Kunogi!
[Details] Click HERE!

Present* Win a CD signed by Taketeru Sunamori!
[Details] Click HERE!

Present* Ayo Berpartisipasi Dalam Survey Pembaca dan Menangkan Hadiah Menariknya!
[Details] Click HERE!

Present* Win a card signed by Hiroshi Koujina or a Studio Live 40th anniversary book and commemorative file!
[Details] Click HERE!

Present* Win a booklet autographed by Chiaki Ishikawa!
[Details] Click HERE!

Present* Win a card autographed by hitomi!
[Details] Click HERE!

INFORMATION