- Home
- Artikel Khusus
- Culture Watch (Berita & Info T...
- Liputan dan review beberapa ju...
Liputan dan review beberapa judul film yang tayang di Japanese Film Festival Online 2022(5/5)
Previous | Next
Review film The God of Ramen
JFF Online 2022 menghadirkan sebuah film dokumenter mengharukan berjudul The God of Ramen yang mengisahkan kehidupan Kazuo Yamagishi, sosok legendaris yang memiliki pengaruh besar pada industri ramen di Jepang.


“Aku ingin pelangganku pulang dalam keadaan kenyang. Itulah ramen-ku”
Kazuo Yamagishi merupakan pemilik kedai ramen Taishoken, yang terletak di Ikebukuro Timur, Tokyo. Kedai ini sangat terkenal dan setiap hari selalu dipenuhi antrian panjang, bahkan orang-orang rela mengantri hingga 2 jam hanya untuk menikmati semangkuk ramen dan tsukemen. Pengunjungnya tak saja orang-orang yang menggemari ramen, tapi juga pelanggan yang rutin makan di tempat ini bahkan ada yang sudah belasan tahun. Apa yang membuat ramen ini terkenal rupanya bukan sekedar rasanya yang enak, tapi porsinya yang sangat besar. Yamagishi mengaku ini adalah ciri khas ramen-nya, karena ia ingin melihat pelanggannya senang dan bisa pulang dalam keadaan perut kenyang.
Kecintaan Yamagishi pada ramen dimulai sejak usia muda. Ia membuka kedai ramen Taishoken pada tahun 1960. Sejak itu ia sudah memiliki ratusan murid magang yang ingin belajar teknik pembuatan ramen walau sekedar beberapa hari, bulanan, hingga tahunan. Yamagishi tidak pelit ilmu, ia memberi tahu semua teknik yang dimilikinya, bahkan memperbolehkan murid magangnya membuka kedai ramen sendiri menggunakan nama Taishoken tanpa dikenakan biaya franchise.
Kecintaan Yamagishi pada ramen dimulai sejak usia muda. Ia membuka kedai ramen Taishoken pada tahun 1960. Sejak itu ia sudah memiliki ratusan murid magang yang ingin belajar teknik pembuatan ramen walau sekedar beberapa hari, bulanan, hingga tahunan. Yamagishi tidak pelit ilmu, ia memberi tahu semua teknik yang dimilikinya, bahkan memperbolehkan murid magangnya membuka kedai ramen sendiri menggunakan nama Taishoken tanpa dikenakan biaya franchise.
Harta berharga yang melebihi ramen
Dibalik kesuksesan kedai ramen Taishoken, film dokumenter ini juga menguak “rahasia” yang menjadi harta sekaligus penyemangat Yamagishi untuk terus membuat ramen walau kondisi kesehatannya terus memburuk setelah divonis menderita osteoartritis pada lutut dan jari tangannya.
Dokumenter yang berjudul asli “Ramen yori taisetsu na mono” ini ditayangkan di Jepang pada tahun 2013. Digarap oleh sutradara Takashi Innami, proses dokumentasi film ini memakan waktu lebih dari 10 tahun, yang diambil ketika Yamagishi berusia 67 tahun. Dalam film ini penonton diajak melihat dinamika kedai ramen Taishoken dan pengaruhnya pada industri ramen di Jepang, juga kehidupan dan rahasia sang legenda ramen yang sangat mengharukan.
Dokumenter yang berjudul asli “Ramen yori taisetsu na mono” ini ditayangkan di Jepang pada tahun 2013. Digarap oleh sutradara Takashi Innami, proses dokumentasi film ini memakan waktu lebih dari 10 tahun, yang diambil ketika Yamagishi berusia 67 tahun. Dalam film ini penonton diajak melihat dinamika kedai ramen Taishoken dan pengaruhnya pada industri ramen di Jepang, juga kehidupan dan rahasia sang legenda ramen yang sangat mengharukan.
Artikel Terkait
Previous | Next
WHAT’S NEW
EDITORS' PICKS
PRESENTS
Semua informasi hadiah asianbeat Present Campaign!
- ◆ Winner announced! Menangkankartu yang telah ditandatangani oleh Aoyama Yoshino dan Suzushiro Sayumi!
- ◆ Winner announced! Menangkankartu yang telah ditandatangani oleh Okasaki Miho, Kumada Akane, dan MindaRyn!
- ◆ Winner announced! Menangkan Movie "Tensura" official acrylic smartphone stand dan Rimuru eco bag!