AGANOYAKI

Aganoyaki
Aganoyaki adalah bentuk tembikar yang diproduksi di sekitar kota Fukuchi di Prefektur Fukuoka. Aganoyaki dikenal elegan dan ringan, berasal dari perkembangannya sebagai mangkuk teh yang digunakan dalam upacara minum teh.


GHAIDA SIDE
Selama perjalanan menuju kota Fukuchi, kami disuguhi pemandangan alam yang indah seperti, langit biru, gunung-gunung yang mengelilingi kota dan pohon-pohon ala musim dingin yang tak berdaun. Intinya kami menikmati setiap momen deh! Sesampainya di kota Fukuchi, kami langsung pergi ke tempat workshop Watarigama dan langsung bertemu dengan Watari-sensei.

Kami menyapa Watari-sensei, dipersilahkan duduk dan di atas meja beliau memberikan kami jamuan matcha juga manju (camilan manis). Kehadiran kami disambut hangat oleh Watari-sensei, kami memperkenalkan diri bahwa kami berasal dari Indonesia dan ingin mengetahui lebih dalam tentang Aganoyaki. Watari-sensei yang telah menjadi seniman tembikar sekitar 29 tahun, pernah ke Lombok, Indonesia untuk melakukan penelitian seniman tembikar di sana.

Kami menyapa Watari-sensei, dipersilahkan duduk dan di atas meja beliau memberikan kami jamuan matcha juga manju (camilan manis). Kehadiran kami disambut hangat oleh Watari-sensei, kami memperkenalkan diri bahwa kami berasal dari Indonesia dan ingin mengetahui lebih dalam tentang Aganoyaki. Watari-sensei yang telah menjadi seniman tembikar sekitar 29 tahun, pernah ke Lombok, Indonesia untuk melakukan penelitian seniman tembikar di sana.


Percakapan pun langsung terjadi secara alami, aku bertanya mengenai sejarah dari Aganoyaki, karya apa saja yang biasa dibuat oleh Watari-sensei, dan meminta beliau untuk menjelaskan proses pembuatan dan mengajarkan langkah-langkah membuat karya seni tembikar. Aganoyaki merupakan teknik pembuatan tembikar yang dibawa dari Korea ke Jepang pada tahun 1602. Sudah sekitar 400 tahun teknik pembuatan karya tembikar ini ada di Fukuchi. Karya tembikar yang telah dibuat oleh Watari-sensei pun terlihat dari kursi tempat kami mengobrol. Watari-sensei membuat berbagai macam karya seni seperti guci, peralatan upacara minum teh, piring, dan hiasan lainnya.
Aku melihat ada yang unik dari karya seni tembikar Aganoyaki. Kaki mangkuk dan gelas lebih tinggi dan lebar. Berbagai jenis enamel digunakan seperti, biru-hijau, putih-coklat, transparan yang menghasilkan beragam warna, tekstur, kilau dan pola. Aku tertuju pada mangkuk yang berbentuk seperti bunga. Dari penjelasan Watari-sensei, itu bukanlah bentuk bunga melainkan bentuk lada Jepang. Warna dari mangkuk yang kusenangi merupakan enamel representatif dari Aganoyaki. Sungguh karya yang berkualitas dan elegan.

Watari-sensei mengajak kami ke tempat pembuatan tembikar. Di sana aku kagum melihat Watari-sensei sedang mempersiapkan tanah liat untuk dibuat menjadi mangkuk. Watari-sensei seperti memberikan sebagian jiwanya pada tanah liat tersebut. Sungguh luar biasa!
Aku melihat ada yang unik dari karya seni tembikar Aganoyaki. Kaki mangkuk dan gelas lebih tinggi dan lebar. Berbagai jenis enamel digunakan seperti, biru-hijau, putih-coklat, transparan yang menghasilkan beragam warna, tekstur, kilau dan pola. Aku tertuju pada mangkuk yang berbentuk seperti bunga. Dari penjelasan Watari-sensei, itu bukanlah bentuk bunga melainkan bentuk lada Jepang. Warna dari mangkuk yang kusenangi merupakan enamel representatif dari Aganoyaki. Sungguh karya yang berkualitas dan elegan.

Watari-sensei mengajak kami ke tempat pembuatan tembikar. Di sana aku kagum melihat Watari-sensei sedang mempersiapkan tanah liat untuk dibuat menjadi mangkuk. Watari-sensei seperti memberikan sebagian jiwanya pada tanah liat tersebut. Sungguh luar biasa!
DAVIDBEATT SIDE
Setelah kurang lebih 1 jam perjalanan dari destinasi sebelumnya, kami sampai di Fukuchi-cho, Tagawa-gun, tempat kami akan melihat karya seni tembikar Aganoyaki dan mendapatkan pengalaman untuk membuatnya secara langsung!

Sesampainya kami di pintu masuk, sambutan hangat pun diberikan oleh Watari-sensei, selaku Master Artisan dan Generasi ke-12 dari Aganoware Watarigama. Kami dipersilahkan duduk dan sambil berbincang tentang sejarah Aganoyaki. Otak saya agak nge-hang karena ilmu bahasa Jepang saya hanya bisa cukup untuk menyerap garis besar pembicaraan, namun tiba-tiba kami disuguhkan Manju dan Matcha yang dibawa dengan gelas dan piring karya Aganoyaki. Melihat kami yang sedikit bingung, Watari-sensei pun tertawa dan memberikan kami pelajaran tata cara Tea Ceremony secara langsung dan mendetil. Hidangan yang sederhana namun kaya akan budaya ini membuat saya sungguh merasa terhormat bisa berada di ruangan yang penuh dengan karya seni tersebut.

Sesampainya kami di pintu masuk, sambutan hangat pun diberikan oleh Watari-sensei, selaku Master Artisan dan Generasi ke-12 dari Aganoware Watarigama. Kami dipersilahkan duduk dan sambil berbincang tentang sejarah Aganoyaki. Otak saya agak nge-hang karena ilmu bahasa Jepang saya hanya bisa cukup untuk menyerap garis besar pembicaraan, namun tiba-tiba kami disuguhkan Manju dan Matcha yang dibawa dengan gelas dan piring karya Aganoyaki. Melihat kami yang sedikit bingung, Watari-sensei pun tertawa dan memberikan kami pelajaran tata cara Tea Ceremony secara langsung dan mendetil. Hidangan yang sederhana namun kaya akan budaya ini membuat saya sungguh merasa terhormat bisa berada di ruangan yang penuh dengan karya seni tersebut.


Watari-sensei berdiri dan mempersilahkan kita ke bagian belakang dari bangunan rumahnya. Sampailah kita pada workshop tempat karya-karya Aganoyaki tercipta, kemudian Watari-sensei memberikan penjelasan sambil kita dibawa ke tempat pembakaran dari tembikar yang telah dibuat. Kemudian saya berfikir bahwa tiba saatnya untuk pulang setelah melihat-lihat karena waktunya terbatas dikarenakan Watari-sensei ada pekerjaan namun tiba-tiba Watari-sensei muncul dengan apron!


Kami dipersilahkan untuk masuk kembali ke workshop dari Aganoyaki dan diperbolehkan untuk mencoba membuat Aganoyaki dipandu oleh Watari-sensei secara langsung! Demonstrasi diberikan oleh Watari-sensei sebagai contoh sebelum kita mencoba dan saya dengan semangat anak muda pun berfikir bahwa ini tidak sesusah yang dibayangkan. Namun setelah saya membenamkan tangan saya di hadapan tanah liat tersebut, saya pun melakukan kesalahan teknis beberapa kali. Tapi pada akhirnya, saya berhasil membuat karya Aganoyaki pertama saya!

Tanpa terasa kita sudah harus berangkat ke destinasi berikutnya, Watari-sensei juga harus kembali ke pekerjaannya karena sudah tersita waktunya untuk mengajari generasi ke-13 Aganoyaki (Saya). Watari-sensei pun mengantarkan kita sampai taksi dan tiada hentinya beliau melambai dan membungkuk sampai mobil kita berjalan.

Tanpa terasa kita sudah harus berangkat ke destinasi berikutnya, Watari-sensei juga harus kembali ke pekerjaannya karena sudah tersita waktunya untuk mengajari generasi ke-13 Aganoyaki (Saya). Watari-sensei pun mengantarkan kita sampai taksi dan tiada hentinya beliau melambai dan membungkuk sampai mobil kita berjalan.
*Audio dan subtitle dalam Bahasa Indonesia.
INFORMASI
AGANOYAKI KYODO KUMIAI
- Alamat: 2811 Agano, Fukuchi, Tagawa, Fukuoka 822-1102, JAPAN
- Official Website: http://www.aganoyaki.or.jp/
* Informasi per Januari 2023 (Ketika liputan berlangsung). Layout fasilitas dapat berbeda dibandingkan dengan saat ini.
- Alamat: 2811 Agano, Fukuchi, Tagawa, Fukuoka 822-1102, JAPAN
- Official Website: http://www.aganoyaki.or.jp/
* Informasi per Januari 2023 (Ketika liputan berlangsung). Layout fasilitas dapat berbeda dibandingkan dengan saat ini.
WHAT’S NEW
EDITORS' PICKS
PRESENTS
Semua informasi hadiah asianbeat Present Campaign!
- ◆ Winner announced! Menangkankartu yang telah ditandatangani oleh Aoyama Yoshino dan Suzushiro Sayumi!
- ◆ Winner announced! Menangkankartu yang telah ditandatangani oleh Okasaki Miho, Kumada Akane, dan MindaRyn!
- ◆ Winner announced! Menangkan Movie "Tensura" official acrylic smartphone stand dan Rimuru eco bag!