icon Pengendalian penyakit menular Novel COVID-19 diberlakukan di setiap daerah.
Untuk info terkait event dan status operasional toko, silahkan cek official website yang bersangkutan.

asianbeat Website pop-culture multilingual

  • facebook
  • twitter
  • Instagram

Interview Now - Izumi Family (Motoya Izumi, Junko Izumi, Tokuro Miyake ke-10) -(1/2)

Previous  |  
Izumi family
Usai upacara peresmian Kanda / Atma Jaya Japan Center, asianbeat Indonesia berkesempatan melakukan wawancara singkat bersama Motoya Izumi, Junko Izumi, dan Tokuro Miyake ke-10 yang merupakan kyogen performer aliran Izumi. Berikut wawancaranya:

Izumi family
Tokuro Miyake ke-10, Motoya Izumi, Junko Izumi

asianbeat (ab): Apakah ini pertama kalinya Anda bertiga datang ke Indonesia? Lalu bagaimana kesan Anda mengenai Jakarta dan selama berada di sini apa yang sudah Anda lakukan?

Tokuro Miyake ke-10: Saya pernah pergi ke Bali untuk urusan pekerjaan. Jadi boleh dibilang ini kunjungan kedua kalinya ke Indonesia, tapi kalau ke Jakarta baru pertama kali. Menurut saya baik Bali maupun Jakarta masing-masing punya kebudayaan yang berbeda dan daya tarik tersendiri. Selama di Jakarta ini saya belum sempat jalan-jalan, tapi sudah membeli baju batik. (tertawa)

Junko Izumi: Saya juga pernah ke Bali, tapi ini pertama kalinya mengunjungi Jakarta. Orang-orangnya sangat sopan, baik hati dan penuh senyum. Saya rasa orang-orang di Indonesia memiliki sifat yang paling diinginkan dari sosok manusia, hal itu sangat mengagumkan. Lalu saat saya juga membeli batik yang sama, saya merasakan perasaan hangat dalam berbagai makna. Perasaan yang saya rasakan dalam hubungan antar manusia dan komunikasi.

Motoya Izumi: Kalau saya benar-benar pertama kalinya ke Indonesia. Banyak orang Jepang yang mengira Jakarta bukan perkotaan. Dalam imajinasi saya juga seperti itu, kurang lebih seperti pulau yang dikelilingi oleh laut, tapi kalau di Jakarta tidak perlu ada hal yang dikuatirkan. Tapi saya benar-benar menjaga kesehatan karena saat ini di Jepang sedang musim dingin, dan saya mendatangi kota yang suhunya mencapai 30 derajat. Tapi mungkin ini sebagai bentuk keramahan, terbalik dengan cuaca panas di luar, di dalam ruangan sangat dingin! (tertawa) Karena perbedaan suhu itu saya tidur pakai lengan panjang. (tertawa)
Tapi seperti yang tadi saya katakan, omotenashi (keramahan) tersebut tentu dilakukan agar orang-orang bisa merasakan kenyamanan, jadi tidak ada kata terlalu panas, atau terlalu dingin. Tak hanya mengenai suhu, tapi juga hal lain saya rasakan baik ketika dalam perjalanan maupun mengenai pembuatan panggung. Kali ini bukan saja mengenai hal di atas panggung, tapi setting dan penataannya yang banyak bagian harus dikerjakan tanpa kerjasama pihak staf lokal dengan staf kami. Hebatnya, tidak ada hal yang bertentangan satu sama lain. Ini salah satu kesempatan pertukaran yang sangat berharga. Karena itu apabila orang-orang yang datang ke tempat ini (dalam hitungan beberapa jam) merasakan hubungan diplomatik negara Indonesia dan Jepang sudah mencapai 60 tahun adalah sebuah hal yang alami, dan akan terus berlanjut di masa depan, saya rasa hubungan diplomatik tersebut sudah berhasil dan hal itu terwujud dalam panggung di hari ini. Saya diberikan kesempatan yang indah itu...

ab: Apa makanan Indonesia kesukaan Anda?

Motoya Izumi: Saya suka makanan pedas, tapi kalau disuruh sebut satu saja rasanya susah. Tapi karena saya orang Jepang yang biasa makan nasi, kalau pergi ke luar negeri yang tidak tersedia nasi rasanya repot juga, karena kalau tidak makan nasi rasanya jadi tidak bertenaga. Tapi kali ini saya datang ke negara yang di semua tempat makannya selalu tersedia nasi, jadi merasakan adanya kesamaan, walaupun jenis berasnya agak sedikit berbeda dengan Jepang. Karena itu kalau ditanya apa lauk yang cocok dengan nasi, ada banyak sekali. (tertawa)

Junko Izumi: Kalau saya suka kopi, dan sudah membeli banyak kopi untuk oleh-oleh. Besok juga sepertinya ada waktu untuk belanja oleh-oleh. Jadi setelah saya pulang ke Jepang nanti bisa minum kopi sambil mengenang saat-saat berada di Jakarta.

Tokuro Miyake ke-10: Saya tidak suka pedas (yang langsung disambut tawa oleh Motoya Izumi). Tapi di Indonesia ada makanan yang manis, misalnya sate yang berbumbu kacang, saya sangat menikmatinya.
Previous  |  

WHAT’S NEW

EDITORS' PICKS

  • This is Fukuoka
  • Interview Now
  • WFS
  • オタクマップ
  • HOT SPOTS

PRESENTS

Semua informasi hadiah asianbeat Present Campaign!
  • Okasaki Miho, Kumada Akane, MindaRyn
  • ◆ Winner announced! Menangkankartu yang telah ditandatangani oleh Aoyama Yoshino dan Suzushiro Sayumi!
  • Okasaki Miho, Kumada Akane, MindaRyn
  • ◆ Winner announced! Menangkankartu yang telah ditandatangani oleh Okasaki Miho, Kumada Akane, dan MindaRyn!
  •  That Time I Got Reincarnated as a Slime the Movie Guren no Kizuna-hen
  • ◆ Winner announced! Menangkan Movie "Tensura" official acrylic smartphone stand dan Rimuru eco bag!