asianbeat Website pop-culture multilingual

  • facebook
  • twitter

#5 What About Sunset Live 〜Bagaimana proses pembuatan sunset live〜Vol.1(1/2)

Previous  |  

Kenjirou Fukamachi Presents: Fukuoka - Kota Musik Asia
Musim gugur ini, event "Sunset Live" akan memperingati tahun ke-25 nya. Event ini telah bertumbuh menjadi salah satu wajah dari Fukuoka, dan juga Kyushu. Ketika saya sebagai pihak terlibat berbicara tentang hal ini, mungkin akan terkesan seperti membanggakan diri, tapi saya tidak lebih dari seorang staff, salah satu orang yang setuju dan ikut bekerjasama dengan gagasan Kenji Hayashi, sosok organizer di balik event ini. Kali ini kita akan menelusuri kembali event "Sunset Live" ini, yang sudah cukup lama saya libati sebagai staff, terutama tentang bagaimana event ini berawal hingga saat ini di mana event ini akan meyambut tahun ke-25 nya.

BEACH CAFE SUNSET
Menelusuri kembali dari 27 tahun lalu, di Itoshima pada musim dingin cuma ada peselancar, tempat ini terkesan seperti daerah desa yang sangat sepi. Untuk tempat yang saat ini muncul di media skala nasional dan mendapat semakin banyak perhatian setiap tahunnya, mungkin ini cukup sulit dipercaya, tapi itulah kenyataan yang sebenarnya. Ditambah lagi dengan penggelembungan harga aset di Jepang dulu, yang dampaknya masih bisa dirasakan sampai sekarang, kalangan muda pun mengalihkan ketertarikan mereka ke area perkotaan yang tampak lebih menjanjikan. Belum lagi soal ekologi dan pemulihan kondisi alam.
BEACH CAFE SUNSET
Satu malam, saya bersama teman-teman menyetir ke arah Itoshima tanpa tujuan khusus, dan kami menemukan di daerah Futamigaura ada cahaya kecil yang sebelumnya tidak kami temukan di sana. Tidak hanya itu, kami juga mendengar suara yang keras dari arah cahaya itu. Kami pun berjalan ke arah sumber suara itu, dan di sana kami menemukan tempat yang tampak seperti sebuah pondok kayu. Inilah pertemuan pertama kami dengan beach cafe "SUNSET." Sisi dalam cafe yang hanya terdiri dari counter ini terasa redup, dan kalau dilihat-lihat ada sosok lelaki yang tampak seperti seorang peselancar, berdiri menyendiri di counter. Lelaki inilah yang nantinya menjadi sosok yang membangkitkan badai budaya pantai di Itoshima, Kenji Hayashi.
Saya ingat, tidak butuh waktu lama untuk saling membuka diri dengan Hayashi-san yang kurang lebih seumuran dengan saya dan kebetulan juga sama-sama suka musik. Sangat berbeda dengan bar yang modis dan modern di tengah kota, tempat ini terbuat dari kayu dan seng, dan sangat terasa seperti tempat ini dirakit sendiri, tapi tempat ini punya atmosfir resort yang tidak kenal negara, seperti di Bali atau di Jamaika ini entah kenapa terasa nyaman, dan tanpa sadar saya pun akhirnya lama nongkrong di sana. Waktu itu Hayashi-san tidak terlalu banyak bicara, jadi musik reggae dan rock yang mengalun di tempat ini banyak menjadi penyambung kesunyian di sela-sela pembicaraan kami.
BEACH CAFE SUNSET
Suasana di dalam pada waktu itu, bersama sang pemilik, Kenji Hayashi (kiri)
Previous  |  

WHAT’S NEW

EDITORS' PICKS

  • This is Fukuoka
  • Interview Now
  • Misako Aoki’s “Kawaii Revolution” Interviews  Produced by 
Takamasa Sakurai
  • WFS
  • オタクマップ
  • HOT SPOTS

PRESENTS

Semua informasi hadiah asianbeat Present Campaign!
  • 中村愛* Menangkan tiket kursus 60 menit gratis untuk "Melodynail"!
    [Details] Click HERE!
  • INFORMATION