asianbeat Website pop-culture multilingual

  • facebook
  • twitter

Vol.6 A9 Hiroto - Orang adalah Musik -

TEAM SAKUSAKU presents ~ Favorite Collections ~

-Orang adalah Musik-

A9 HIROTO
Saya sudah merasa seperti ini sejak 2 tahun lalu, dan perasaan ini semakin menguat--------------

Waktu kecil, tidak terbiasa banyak bicara dengan orang, bertukar salam pun tak terbiasa, tidak ramah. Saya tertarik dengan berbagai macam permainan, mudah tertarik dengan sesuatu, tapi juga cepat bosan.

Seiring bertumbuh, saya selalu segera mendapatkan mainan atau game terbaru, dan mencoba melibatkan banyak orang, dan kemudian lanjut ke mainan yang lebih baru. Tak ada orang yang benar-benar dekat dengan saya sebagai teman, jadi sering dibilang penyendiri, waktu istirahat selalu menyendiri di atas pohon gingko (sampai malu kadang-kadang diberi peringatan lewat siaran sekolah). "Bergerombol itu nggak keren," memandang rendah teman-teman sekelas (melihat ke bawah dari atas pohon), berpura-pura sudah dewasa.

Sebenarnya, saya ingin sekali bisa seperti orang-orang lainnya, bisa tertawa dengan topik pembicaraan/lelucon yang jayus, ngobrol tentang siaran TV kemaren (misalnya hitori gotsu,dll.), dan juga saling berbagi hal-hal yang saya suka dengan orang lain.

Cacat komunikasi, diperparah lagi dengan Sho-go-byo*. ya...

Begitulah, masa kecil "seseorang", masa lalu yang kayaknya mending gak diceritakan, demikian sekilas perkenalan diri.

Hiroto adalah salah satu dari 5 anggota band A9 (ex. Alice Nine), dengan posisi gitaris. A9 sendiri beranggotakan Shou (Vokal), Hiroto (Gitar), Tora (Gitar), Saga (Bass), dan Nao (Drum). Band ini dibentuk pada 2004, memulai karir sebagai band visual kei. Saat pertama kali live tunggal (LIQUIDROOM Ebisu) adalah saat yang waktu itu sangat kami tunggu-tunggu (1 bulan setelah dimulai penjualan tiket, tiket yang terbeli hanya 91!!! Orang-orang dari kantor kami sampai kaget, kami pun tak bisa berkata apapun... Tapi untungnya sampai sebelum hari-H, semua tiket habis terjual! Terima kasih banyak!)

Waktu rekaman album pertama [絶景色](Zekkeishoku), semua anggota band mengalami situasi sulit dalam kehidupan masing-masing.

Zekkeishoku
Seiring dengan dihentikannya aktivitas band, Tora (gitar) harus berjuang melawan hernia di bagian leher, dan pada waktu itu, kelangsungan band menjadi sebuah pertanyaan yang sangat besar. Ini pertamakalinya kami sampai menunda beberapa konser. Saya merasa bersalah terutama kepada para fan di daerah Aomori yang telah menunggu di tengah cuaca bersalju, namun pada akhirnya tidak dapat bertemu dengan kami.
Selama 6 tahun, saya terlibat dengan siaran live talk show - sesuatu yang menurut saya cukup sulit untuk menjadi terbiasa - di NICO NICO DOUGA

Tahun ke-7 setelah terbentuknya Angel Nine, sesuai keinginan band, para fans, dan juga staff produser, kami tampil di Nippon Budoukan (saking tegangnya, wajah Tora terlihat tegang dalam beberapa lagu, dan entah kenapa Saga terlihat setengah tertawa. Ini juga bisa dilihat dalam rekaman DVD“TOKYO GALAXY Alice Nine Live Tour 10 “FLASH LIGHT from the past” FINAL at Nippon Budokan”).

TOKYO GALAXY Alice Nine Live Tour 10“FLASH LIGHT from the past” FINAL at Nippon Budokan
Pada 2014, menyambut perayaan tahun ke-10 dibentuknya grup kami, untuk pertamakalinya kami menjalani tour Asia (Macem-macem deh...)
Kemudian, bertepatan sehari setelah peringatan 10 tahun Angel Nine (23 Agustus 2014), kami mengadakan konser perayaan 10 tahun di Fuji-Q Highland, sekaligus menandai perpisahan kami dengan produser (Terima kasih telah mensupport kami selama 10 tahun!), dan masuknya kami dalam 1 tahun masa hiatus (kalau meluhat ke belakang, benar-benar banyak hal yang yang mempengaruhi kami dengan sangat drastis)

Kemudian, pada 23 Agustus 2015, memecah 1 tahun keheningan、kami kembali seolah seperti burung phoenix!!!! (Lagu pertama yang kami mainkan berjudul Phoenix)



Kemudian, sekarang saya menulis artikel ini.
Begitulah kira-kira kondisi sebagian dari masa lalu saya sampai sekarang.

Lalu, awal dari pemulihan dari cacat komunikasi,
Kalau melihat kembali ke masa cacat komunikasi waktu dulu masih kecil, saya yakin ada satu titik nadir yang mengubah dan membantu saya menghindari kehancuran total.

* 小五病 Sho-go-byo (5th-grader syndrome, lit. Penyakit SD kelas 5) adalah versi ringan dari Chuunibyou (lit. Penyakit SMP kelas 2, seperti di anime), terjebak di dalam dunia imajinasi.
[Pertemuan dengan hide - Memulai bermain gitar]

Ketika shougobyou saya mencapai puncaknya, saya selalu melakukan berbagai pelanggaran tiap malam, sampai pada waktu saya bertemu dengan "dia." Di TV, sekumpulan pria dengan warna rambut yang gila-gilaan, sesuatu yang tak pernah saya lihat sebelumnya, keren dan berenergi seperti lighting di sebuah theme park di Tokyo, menghadirkan penampilan yang menyegarkan, baik dari segi lagu maupun suara.

Itu adalah hide.

Sejak "pertemuan" ini, hidup saya berubah; bocah yang selama ini hanya tertarik dengan sesuatu selama tak lebih dari 2 minggu, belajar, bermain, tidur, dan nonton "Hitori Gottsu," mulai mendengarkan musik, dan terobsesi dengan rock.

Ya, akhirnya saya benar-benar menemukan hal yang saya suka.

Kalau sudah begini tak bisa berhenti lagi. Tak bisa dihentikan oleh siapapun. >> *Detil lebih lanjut bisa disimak di majalah[ROCK AND READ 038]

Hari demi hari dihabiskan bersama gitar, kemudian terpikir, kalau sudah mulai bisa main gitar ingin rasanya membentuk band! Kemudian, saya pun mulai dengan aktif ngobrol dengan teman-teman sekelas yang selama ini saya anggap remeh (waktu ini saya sudah turun dari pohon gingko), juga sempat memasukkan iklan untuk merekrut anggota band ke majalah, saya yang dulu mau menelpon ke rumah orang yang saya suka saja ragu-ragu sampai 5 jam, entah kenapa bisa tanpa sedikitpun rasa ragu menelpon orang-orang yang tidak saya kenal, yang sedang merekrut anggota band, dan bepergian antar kota, dan tanpa sadar saya telah berubah.

Kemudian, hal yang saya sadari, "dari orang ke orang," satu pertemuan berlanjut dengan pertemuan-pertemuan lainnya, dan tanpa sadar, saya pun akhirnya bisa dengan normal berbincang dengan orang lain.

Saya terus bertemu dengan lebih banyak orang, dan dengan ini pun, kondisi cacat komunikasi saya pun semakin membaik, menandai permulaan baru saya untuk menjadi lebih percaya diri dan bersemangat.
[Anggota band dan sahabat - Pembentukan Alice Nine]

Sebagai band amatir, jumlah penonton konser pertama yang bisa dihitung dengan jari merupakan hal yang tidak jarang terjadi. Tapi, kouta tiket selalu ada, dan jika kuota penjualan tiket ini tak bisa dipenuhi, band harus mengeruk kantong untuk membayar kepada pihak live house untuk mengganti tiket yang tidak terjual.

Saya marah, dan berkata, "permulaan ini bukan apa-apa!" sambil menginjak-injak dan menendang-nendang berbagai benda, tapi ini juga yang menjadi motivasi. "Saya akan tunjukkan apa yang saya bisa lakukan! Perlahan tapi pasti, saya akan mencapai sukses!!"

Sejak tampil di beberapa event band battle, saya juga bertemu berbagai performer, dan juga bertemu beberapa orang yang menurut saya keren atau punya energi yang luar biasa.
Awal 2004, saya bertemu dengan anggota-anggota band saat ini, yang waktu itu adalah anggota dari berbagai band berbeda, dan kami semakin dekat, kemudian pada akhirnya kami membentuk Alice Nine . (Ceritanya sebenarnya panjang... Saya belum pernah cerita tentang ini di manapun, mudah-mudahan suatu saat ada kesempatan yang cocok untuk cerita ini...)

Mulai dari sini, pertemuan saya dengan berbagai orang mencapai level baru.

Sampai saat ini, di dalam Jepang saya hanya pernah ke Tokuo dan Kyoto, tapi sekarang saya bepergian ke berbagai tempat di Jepang yang kalau tidak bersama band tidak mungkin saya kunjungi.

Bertemu dengan fan, berbagai orang, dan live house di berbagai daerah, semua pertemuan dengan orang-orang dan semangat yang mereka bawa ke konser kami membawa berbagai inspirasi untuk lagu baru.

Pertemuan dengan member lainnya menghasilkan lagu, dan dari lagu kami bisa bertemu dengan para pendengar, dan karena pertemuan ini kami bisa bertemu dengan orang-orang yang mengiringi perjalanan lagu-lagu ini (pihak media dan para staff yang bekerja keras di balik panggung), dan karena orang-orang ini kami bisa bertemu dengan lebih banyak orang, dan kemudian bisa menghasilkan lebih banyak lagu. Siklus ini terus berulang dalam 10 tahun terakhir.

Tapi, tentunya bukan hanya pertemuan.
Pertemuan dan perpisahan merupakan 2 hal yang tak terpisahkan, misalnya wajah beberapa fan yang dulu sering terlihat di tengah keramaian namun sekarang tak pernah terlihat lagi, atau majalah yang dulu banyak bekerja dengan kami akhirnya berhenti melakukan publikasi.

Seperti lagu dan kreatifitas yang terklahir dari "pertemuan", "perpisahan" juga banyak memberi inspirasi untuk lagu.

Ada satu lagu yang sangat berkesan dalam bagi saya.

"FANTASY", dari album [絶景色](Zekkeishoku).
Lagu ini tentang seorang member band pertama saya yang dibentuk ketika saya masih berumur 14 tahun, dia meninggal di sebuah kecelakaan seminggu sebelum konser pertama kami.
Tiap malam kami selalu bilang, "Kita akan jadi terkenal, dan suatu saat kita akan bermain di Budokan dan di Tokyo Dome!" hal yang sering ditemukan di komik remaja.

Dan tiba-tiba suatu hari dia pun menghilang.

Mungkin ini pertama kalinya saya mengalami secara dekat "kematian", arti dari sebuah perpisahan, dan pengalaman trauma terburuk dalam masa muda saya.

Sejak pengalaman ini, untuk beberapa saat saya menjadi sangat sensitif dengan kata "kematian", dan saya membenci orang-orang yang mengucapkan kata ini dengan seenaknya (ketika masih muda, semua orang banyak bercanda dengan kata ini, tapi bagi saya ini pun tidak bisa saya maafkan.)
Beberapa tahun berjalan, dan setelah bertemu dengan band ini, saya putuskan untuk mempertaruhkan semuanya, saya putuskan untuk menghadapi trauma ini untuk pertama kalinya, dan lagu "FANTASY" merupakan hasil dari proses ini.

Inilah sesuatu yang terlahir dari "perpisahan."

Dan juga saya rasa, lagu ini terlahir juga dari emosi yang dalam, sehinga banyak fans yang juga suka dengan lagu ini.

Di seluruh dunia, ada banyak lagu yang menceritakan baik tentang pertemuan maupun tentang perpisahan, dan orang-orang bisa saling mengerti kesedihan dan kepedihan, dan mencari pertolongan dalam rasa saling mengerti ini. Kemudian orang-orang bisa mengalahkan trauma mereka, menjadi lebih kuat, dan bertemu dengan orang-orang baru.

Sedikit melenceng dari topik, saat ini saya sedang terobsesi dengan TV show "Nobunaga Concerto." Karya ini berdasar dari manga karangan Ayumi Ishii, dan telah diadaptasi dalam bentuk anime, seri TV drama, dan film bioskop.
Seorang anak SMA biasa tiba-tiba terkirim kembali ke masa lalu di jaman Sengoku, di mana dia bertemu dengan Oda Nobunaga yang memiliki wajah dan kepribadian yang sama dengannya, sehingga dia diminta menjadi Oda Nobunaga.
Saya mulai menonton TV seri nya, dan ini adalah penggambaran yang sempurna untuk "pertemuan" dan "perpisahan", persahabatan dan cinta, keinginan dan trauma, dan perpaduan dari semua ini adalah drama manusia!!!
Para aktornya sangat hebat, saya sampai menangis beberapa kali.
Tapi yang membuat ceritanya menjadi lebih berapi-api adalah musiknya yang dikarang oleh Taku Takahashi.
Feel nya seperti lagu jaman sengoku, tapi aransemen dan penggunaan suaranya modern dan memberi pace ke ceritanya.
Ketika kata-kata terasa tak cukup, musik bisa membantu orang merasakan atmosfir dan emosi.

Kalau belum pernah nonton, ditonton ya!

Kembali ke topik, tema kali ini "Orang adalah Musik" terinspirasi dari apa yang saya alami dan rasakan selama band menjalani masa hiatus (Ini bukan liburan! Ini adalah persiapan kami untuk kembali ke dunia musik), dan saya sadar semua ini penuh dengan "musik" dan "orang".

Sedikit saya bahas sebelumnya, kami sempat melakukan tur Asia pada 2014 dan 2015 (Shenzhen, Guangzhou, Wuhan, Beijing, Shanghai, Chongqing, Xiamen, Taichung, Taipei, Singapore, Kuala Lumpur, Hong Kong, Seoul), dan salah satu alasan di balik tur ini adalah pertemuan saya dengan seseorang yang secara rutin berkeliling dunia untuk mempromosikan budaya pop Jepang.
Dia bilang kepada kami, "Di China dan di luar negeri, ada banyak sekali orang yang suka dengan Alice Nine!", menyampaikan kepada kami pesan dari para fans di berbagai daerah berbeda, dan pada akhirnya kami pergi ke tempat-tempat yang awalnya tidak kami rencanakan.
Dulu, label seperti "From JAPAN", dan "visual-kei" sangat menarik perhatian banyak orang, dan walaupun sekarang kita ada di jaman yang berbeda dan banyak hal yang tidak seperti yang dulu, banyak orang yang masih berdatangan untuk melihat kami manggung.

Ketika kami mulai performance, terdengar sorakan dari keramaian penonton, dan orang-orang ikut menyanyi dalam bahasa Jepang.
Ini pertama kalinya kami menginjakkan kaki di tanah ini, di negara dengan bahasa yang berbeda, dan orang-orang yang berkumpul untuk kami, mereka bernyanyi dan menari bersama.
Kami para member kaget dan juga tersentuh, dan dengan pengalaman berharga ini, orang-orang dari seberang lautan ini telah mengubah pola pandang kami, dan "pertemuan" ini tentunya akan menjadi suara baru bagi A9 (A9 adalah singkatan dari Alice Nine)
A9 HIROTO
2015 menjadi permulaan baru bagi kami sebagai sebuah band, namun semua ini bermula dari pertemuan demi pertemuan yang mempertemukan kami menjadi アリス九號 (arisu nain), lalu Alice Nine, dan sekarang, A9.

Semua tahap menjadi sangat berharga, karena semua ini adalah buah-buah dari berbagai pertemuan dan perpisahan dengan orang-orang yang penting.

Melalui aktivitas musik dan kesempatan seperti ini, saya berharap pertemuan saya dengan orang-orang dari berbagai negara dan genre bisa terus memberi inspirasi kepada musik-musik baru!

HIROTO A9

NB: Kalau ada kesempatan lain, saya berkeinginan bisa melakukan wawancara dengan seseorang dari bidang yang berbeda... (LOL)

PROFILE

A9 HIROTOHIROTO(A9)

Gitaris dan komposer dari rock band visual kei [A9]. Juga menangani proses desain goods untuk band ini.
Memulai karir musiknya dengan Alice Nine pada 2004, saat ini selain bersama band, juga sering muncul solo live, partisipasi event, support untuk solo live X JAPAN ToshI, dll.

Official site - A9 (Bahasa Jepang)
http://a9-project.com

Twitter
https://twitter.com/hrt_A9
Facebook
https://www.facebook.com/hrt.from.A9
Instagram
https://www.instagram.com/hiroto_a9/

PRESENT!

PresentSatu pembaca beruntung dari asianbeat berkesempatan memenangkan A9 Live Tour item yang ditandatangani oleh A9 HIROTO! Jangan lewatkan kesempatan ini!

[Periode Pendaftaran]
Senin 20 Juni - Minggu, 17 Juli 2016 (Japan Standard Time)

Pengumuman Pemenang
Rabu, 20 Juli 2016
Periode pendaftaran telah berakhir. Terima kasih!
Pemenang yang beruntung adalah...

Little J✩ san

.....Selamat ya!!


(Pemenang akan dihubungi langsung oleh tim asianbeat)
Back list
Comment section ini adalah tempat bagi pembaca untuk memberikan pendapat dan komentar. Komentar yang tidak sesuai dapat dihapus oleh pihak asianbeat, karena itu tolong tulis komentar dengan sopan. Terima kasih!

WHAT’S NEW

EDITORS' PICKS

  • This is Fukuoka
  • Interview Now
  • Misako Aoki’s “Kawaii Revolution” Interviews  Produced by 
Takamasa Sakurai
  • WFS
  • オタクマップ
  • HOT SPOTS

PRESENTS

Semua informasi hadiah asianbeat Present Campaign!
Present* Win a signed cheki (photo) autographed by Ririko Masuzawa!
[Details] Click HERE!

Present* Win a signed card autographed by ANGERME Ayaka Wada!
[Details] Click HERE!

Present* Win a "KISEKAE PAPER DOLL" by KITALOLI!
[Details] Click HERE!

Present* Win a signed card autographed by Haruko Momoi!
[Details] Click HERE!

Present* Win a signed card autographed by Ayumi Fujii and a cheki!
[Details] Click HERE!

Present* Win a card signed by Amanda (Presenter “Kokoro no Tomo”), Takumi Magoshi dan Ryosuke Sawayanagi (keduanya dari “10神ACTOR”) !
[Details] Click HERE!

Present* Win a A9 Live Tour item!
[Details] Click HERE!

INFORMATION