- Home
- Artikel Khusus
- Culture Watch (Berita & Info T...
- Warna-Warni Indonesia dalam To...
Warna-Warni Indonesia dalam Tokyo International Film Festival 2016

“Colorful Indonesia”, memperlihatkan masyarakat dunia tentang keragaman Indonesia lewat film
Tokyo International Film Festival (TIFF) merupakan ajang festival film terbesar di Jepang yang menghadirkan para film maker dari seluruh dunia, serta dinikmati oleh masyarakat berbagai bangsa yang berada di Jepang. Tahun 2016 ini, TIFF digelar untuk yang ke-29 kalinya, pada tanggal 25 Oktober hingga 3 November 2016, bertempat di Roppongi Hills, Tokyo.

Salah satu yang menarik pada acara TIFF tahun 2016 ini adalah adanya Crosscut Asia, sebuah program dari Japan Foundation Asia Center yang merupakan segmen pemutaran film-film dari salah satu negara di Asia Tenggara, dengan tujuan untuk memperkenalkan budaya negara tersebut melalui film. Program ini dimulai pada tahun 2014 dengan mengambil negara Thailand sebagai fokusnya, kemudian Filipina di tahun 2015, dan kini Indonesia di tahun 2016.

Salah satu yang menarik pada acara TIFF tahun 2016 ini adalah adanya Crosscut Asia, sebuah program dari Japan Foundation Asia Center yang merupakan segmen pemutaran film-film dari salah satu negara di Asia Tenggara, dengan tujuan untuk memperkenalkan budaya negara tersebut melalui film. Program ini dimulai pada tahun 2014 dengan mengambil negara Thailand sebagai fokusnya, kemudian Filipina di tahun 2015, dan kini Indonesia di tahun 2016.

Program Crosscut Asia yang ketiga bertajuk “Colorful Indonesia”, dengan menghadirkan 11 judul film Indonesia yang bertujuan memperlihatkan kepada masyarakat dunia mengenai keragaman Indonesia. Melalui proses kurasi yang ketat, terpilih 11 film yang ditampilkan di TIFF, antara lain:
1. About a Woman karya sutradara Teddy Soeriaatmadja
2. Something in the Way karya sutradara Teddy Soeriaatmadja
3. Lovely Man karya sutradara Teddy Soeriaatmadja
4. Three Sassy Sisters karya sutradara Nia Dinata
5. Cado Cado: Doctor 101 karya sutradara Ifa Isfansyah
6. Emma’ (Mother) karya sutradara Riri Riza
7. Filosofi Kopi karya sutradara Angga Dwimas Sasongko
8. Following Diana karya sutradara Kamila Andini
9. Someone’s Wife in the Boat of Someone’s Husband karya sutradara Edwin
10. Fiction karya sutradara Mouly Surya
11. After the Curfew, sebuah film restorasi tahun 1954 karya sutradara Usmar Ismail

Dalam press conference yang diselenggarakan oleh The Japan Foundation Jakarta tanggal 18 Oktober 2016 lalu, hadir sutradara Riri Riza, Ifa Isfansyah, Edwin, dan Kamila Andini membagi tanggapan mereka mengenai program Crosscut Asia. Menurut Riri Riza, film-film yang terpilih tahun ini benar-benar mampu mewakili keberagaman Indonesia. Tidak hanya keindahan alam Indonesia maupun isu masyarakatnya yang ditonjolkan, namun melalui film-film tersebut ditonjolkan juga perkembangan para sineas muda Indonesia di kancah internasional.



Mungkin kita berpikir, akankah film Indonesia diterima dengan baik di Jepang? Nyatanya, Sutradara Edwin dan Kamila Andini menjadi saksi bahwa film Indonesia banyak diminati oleh masyarakat Jepang. Bahkan, tidak sedikit distributor film di Jepang yang membeli hak tayang film Indonesia. Proses pertukaran budaya yang baik ini kemudian dimanfaatkan juga oleh Ifa Isfansyah dalam Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) yang akan diselenggarakan bulan November 2016 mendatang. Menyusul Japanese Film Festival 2016 yang akan diselenggarakan oleh The Japan Foundation Jakarta, film-film Jepang yang sama juga akan ditayangkan di JAFF 2016. (Editorial Dept.: Vivi)
Artikel Terkait
Link Eksternal
WHAT’S NEW
EDITORS' PICKS
PRESENTS
Semua informasi hadiah asianbeat Present Campaign!
- ◆ Winner announced! Menangkankartu yang telah ditandatangani oleh Aoyama Yoshino dan Suzushiro Sayumi!
- ◆ Winner announced! Menangkankartu yang telah ditandatangani oleh Okasaki Miho, Kumada Akane, dan MindaRyn!
- ◆ Winner announced! Menangkan Movie "Tensura" official acrylic smartphone stand dan Rimuru eco bag!