icon Pengendalian penyakit menular Novel COVID-19 diberlakukan di setiap daerah.
Untuk info terkait event dan status operasional toko, silahkan cek official website yang bersangkutan.

asianbeat Website pop-culture multilingual

  • facebook
  • twitter
  • Instagram

Interview Now - 石井杏奈 (Ishii Anna), 池田千尋 (Ikeda Chihiro) -(1/2)

Previous  |  
記憶の技法
LANGUAGES AVAILABLE: Interview Now Interview Now Interview Now Interview Now Interview Now Interview Now
Adaptasi live action movie dari "Kioku no Gihou (The Craft of Memories)" karya mangaka Yohino Sakumi telah dirilis pada 27 November lalu! Movie ini menggambarkan misteri yang kejam namun indah, menceritakan perjalanan seorang gadis SMA yang ingin menemukan kembali ingatan masa kecilnya. Fukuoka pun menjadi salah satu lokasi shooting untuk adaptasi movie ini! Sebelum movie ini dirilis, pada 22 Noveber, sutradara film Ikeda Chihiro dan pemeran utama Ishii Anna pun telah datang ke Fukuoka untuk mempromosikan movie ini! Di sini kami menghadirkan wawancara kami bersama mereka, dan suasana ketika event sambutan berlangsung! Juga ada hadiah menarik untuk pembaca yang beruntung, jangan sampai terlewatkan♪

Karya ini akan menjadi pemicu untuk menghadapi keluarga dan orang-orang terdekat kalian

asianbeat (ab): Indah, dan terkadang kejam, dunia karya Yoshino Sakumi yang penuh nuansa sastra yang tersendiri. Apa yang jadi poin yang kalian perhatikan untuk adaptasi live action kali ini?

記憶の技法
(Dari kiri) Ishii Anna, Ikeda Chihiro
Ikeda Chihiro (Ikeda): Karya originalnya sendiri sudah saya baca berulang-ulang sejak pertamakali saya temukan ketika saya masih umur 20-an. Bagaimana kami harus menyesuaikan agar cerita yang sudah lama ada ini bisa tetap relevan dengan jaman sekarang, kemudian apakah Alm. Yoshino yang telah meninggal pada tahun 2016 merasa senang dengan karya ini... Karya ini saya kerjakan dengan harapan saya bisa menggunakan gambar-gambar yang tertinggal dengan jelas dalam ingatan saya untuk proses produksi kali ini.

Ishii Anna (Ishii): Sebenarnya ini adalah pertamakalinya saya membaca karya originalnya, dan waktu itu saya merasa cerita dari tokoh Kazuno Karen cenderung kelam karena belum bisa terlepas dari masa lalunya yang berat. Tapi ternyata itu tidak tepat. Setelah melakukan banyak rehearsal bersama sutradara, saya pun akhirnya berhasil membawakan image Karen yang optimistik dan ceria.
記憶の技法
ab: Momen ketika Karen dan Hogari Satoi yang diperankan oleh Kurihara Goro menjadi semakin dekat membuat kami jadi berdebar-debar. Ishii, adegan manakah yang paling meninggalkan kesan untukmu?

Ishii: Adegan bus malam ketika berangkat dari Tokyo ke Fukuoka. Karena duduk bersebelahan, jarak fisik nya pun dekat, dan pada saat yang sama jarak batin kedua tokoh ini pun jadi berubah. Saya merasa, saya harus bisa menangkap momen dari adegan turning point ini dengan pas.

ab: "Kioku (lit.: ingatan)" juga menjadi bagian dari judul karya ini. Sebagai seorang aktris, "mengingat" merupakan suatu hal yang penting. Ishii, teknik mengingat seperti apa yang biasa kamu gunakan?

記憶の技法
Ishii: Saya biasa mengingat dengan alur logika, misalnya kalau ada adegan yang memiliki arti tertentu, saya akan membayangkan kira-kira seperti apa saya harus berperan untuk adegan itu. (Untuk dialog) saya setiap hari membaca sekilas skrip nya untuk mngingat kembali alur ceritanya, dan malam sebelum shooting saya menngecek sekali lagi agar ingatan saya lebih jelas lagi.

Ikeda: Ingatan Anna untuk dialog percakapan bisa dibilang sempurna!

ab: Luar biasa! Bagaimana dengan shooting di Fukuoka?

Ikeda: Sekitar 3 tahun yang lalu, kami dari tim produser berkeliling mencari lokasi shooting yang cocok di Prefektur Fukuoka, dan akhirnya kami menemukan yang pas. Terutama jembatan batu ketika kami shooting di Kurume, sangat pas dengan jembatan yang muncul dalam ingatan Karen.

Ishii: Wah, ternyata ada cerita seperti itu yah! Saya merasa semua lokasi shootingnya mengikuti apa yang ada di dalam karya originalnya, saya jadi semakin terkesan karena lokasi-lokasi itu ternyata merupakan tempat-tempat yang telah melewati proses pemilihan seperti itu.

Ikeda: Adegan terakhirnya adalah Fukuoka yang lokasi shootingnya ditata sedemikian rupa agar terlihat seperti di Tokyo. Tapi kalau orang-orang Fukuoka melihat bus yang berlaluan di adegan itu, saya rasa bakal langsung ketahuan (lol). Suasana pemandangan pohon sakura nya pun sangat bagus, dari jalan melereng yang lurus kita bisa melihat jalan yang dilewati oleh Karen dan Satoi, ini adalah adegan favorit saya.
記憶の技法
ab: Terima kasih atas perbincangan yang berharga ini! Terakhir, silahkan bagikan pesan kalian untuk para pembaca asianbeat yang telah menantikan rilis dari movie ini!

Ishii: Movie ini akan membuat kalian memikirkan tentang keluarga dan orang-orang terdekat kalian, jadi saya berharap kalian bisa menonton movie ini dan merasakan hal ini secara langsung.

Ikeda: Menghadapi diri sendiri, sampai manakah kita bisa melangkah ke depan dengan melalui berbagai tantangan yang ada. Saya rasa hal ini bisa dipikirkan oleh siapapun, dan ini merupakan pengalaman yang umum terjadi bagi banyak orang. Saya berharap penonton bisa merasakan relevansi antara movie ini dan pengalaman pribadi mereka masing-masing.
Previous  |  

WHAT’S NEW

EDITORS' PICKS

  • This is Fukuoka
  • Interview Now
  • Misako Aoki’s “Kawaii Revolution” Interviews  Produced by 
Takamasa Sakurai
  • WFS
  • オタクマップ
  • HOT SPOTS

PRESENTS

Semua informasi hadiah asianbeat Present Campaign!
  • Honey Lemon Soda
  • * Winner announced! The "Honey Lemon Soda" notepads!