icon Pengendalian penyakit menular Novel COVID-19 diberlakukan di setiap daerah.
Untuk info terkait event dan status operasional toko, silahkan cek official website yang bersangkutan.

asianbeat Website pop-culture multilingual

  • facebook
  • twitter
  • Instagram

Interview Now ~ 山田雄司 (Yamada Yuji) - Profesor dan Deputi Direktur International Ninja Research Center di Mie University) ~(1/2)

Previous  |  
F_山田教授_banner.fw_r1_c1_en.jpg
LANGUAGES AVAILABLE: Interview Now Interview Now Interview Now Interview Now Interview Now Interview Now
Walaupun terkenal, ada banyak fakta tentang ninja yang belum diketahui oleh orang banyak. Aliran Iga dan aliran Koga merupakan aliran ninja yang terkenal di Jepang, dan di Iga City, Mie Prefecture, yang dulunya merupakan area markas ninja Iga, Mie University pun meneliti ninja dengan sangat serius. Kali ini, kami pun telah mewawancarai Yamada Yuji, profesor dari Mie University (Mie Pref.) yang mendalami penelitian terkait ninja, terkait ninja dari sudut pandang akademik!
*Wawancara jarak jauh (Sep 2020)

Berbeda dengan apa yang dibayangkan selama ini!? Tapi ninja yang sesungguhnya juga tidak kalah keren!

Yamada YujiProf. Yamada dalam kunjungannya ke Fukuoka untuk meneliti dokumen referensi. (*Foto diupload dengan izin dari Perpustakaan Nasional Prefektur Fukuoka)
ab: Tolong ceritakan sekilas tentang penelitian anda terkait ninja. Seperti apakah penelitian ninja yang anda lakukan di Fukuoka?

Saya sendiri pada awalnya meneliti tentang sejarah medieval Jepang. Dalam penelitian tentang ninjutsu, saya biasanya membaca dokumen literatur yang sudah lama tersimpan di berbagai daerah, dan dengan mengeliminasi beberapa tebakan saya pun perlahan mengungkap fakta tentang ninja. Dalam kunjungan ke Fukuoka kali ini, saya datang untuk mencari dokumen seperti "Kuroda Kafu (Buku sejarah resmi clan Kuroda yang dulu merupakan tuan feodal di area Fukuoka)" di mana ninja disebut dengan istilah "Fukuhei" dan "Toomi."

ab: Dengan melakukan penelitian di Fukuoka, seperti apa ekspektasi anda kedepannya?

Hingga saat ini, mungkin kesan Fukuoka=Ninja masih bisa dibilang sangat tipis, tapi selama ada fakta pendukung, sebagai bagian dari sejarah Fukuoka ini juga bisa jadi bahan untuk membuat Fukuoka jadi semakin ramai. Ditambah lagi Fukuoka juga merupakan gerbang penghubung komunikasi menuju Asia. Di Asia Tenggara, antusiasme terkait ninja pun tinggi, jadi ini bisa dijadikan bahan untuk revitalisasi daerah.

ab: Seperti apakah kehidupan sehari-hari seorang ninja?

Pada dasarnya, ninja adalah agen mata-mata yang diperintahkan oleh komandannya untuk mengumpulkan informasi. Di masa perang jaman sengoku, pagi hari mereka bekerja di sawah dan ladang, kemudian siang hingga malam mereka berkecimpung dalam bidang ninjutsu maupun beladiri, misalnya meracik bubuk mesiu. Di jaman Edo, mereka juga bertugas sebagai penjaga gerbang kastil, dan kalau ada perintah dari atasan mereka pun terkadang pergi untuk menyelidiki situasi di area tetangga, dan juga mengawasi gerak-gerik penduduk. Ujung-ujungnya, mereka banyak berbicara dengan orang-orang setempat untuk mengumpulkan informasi, jadi saya rasa mereka adalah manusia-manusia yang memiliki kemampuan komunikasi yang baik, berbeda dengan image yang menggambarkan ninja sebagai sosok yang penyendiri.
Previous  |  

WHAT’S NEW

EDITORS' PICKS

  • This is Fukuoka
  • Interview Now
  • Misako Aoki’s “Kawaii Revolution” Interviews  Produced by 
Takamasa Sakurai
  • WFS
  • オタクマップ
  • HOT SPOTS

PRESENTS

Semua informasi hadiah asianbeat Present Campaign!
  • Honey Lemon Soda
  • * Winner announced! The "Honey Lemon Soda" notepads!