- Home
- Artikel Khusus
- Fashion
- OMULA BEAUTY CREATES x asianbe...
- OMULA BEAUTY CREATES presents ...
- Koleksi T-shirt dari local cof...
Koleksi T-shirt dari local coffee shop - PART 1 -

Coffee shop menjadi salah satu sosok yang tak bisa terlepaskan dari lifestyle di Fukuoka saat ini. Di tengah trend ini, coffee shop populer "Coffee T-shirt Store" mengumpulkan koleksi T-shirt sebagai konsep mereka, dan menghadirkan event dengan kopi dan street fashion yang unik. Kami telah berbincang dengan Koga Yumiko, organizer dari event ini yang juga mengelola berbagai project dan coffee shop lokal di bawah nama "Click Coffee Works." Berikut bagian pertama dari interviewnya!
* Untuk tahun 2020, event telah berakhir pada 18 Juli
Mengumpulkan T-shirt dari 40 coffee shop di dalam dan luar Prefektur Fukuoka!

Q.: Apa yang jadi pemicu untuk kamu memulai mengadakan event seperti ini?

Gallery space di "Stereo Coffee" 2F yang menjadi venue event ini

Koga Yumiko (Koga): Tahun 2016, waktu itu coffee shop di Fukuoka jumlahnya mulai meningkat pesat, Kodama dari "Stereo Coffee" yang menjadi venue event ini waktu itu minta tolong ke saya, "Ayo kita buat sesuatu yang bisa buat orang banyak mulai tertarik dengan daya tarik kopi dan masing-masing coffee shop!", "Bagaimana kalau kita coba kumpulkan T-shirt dari berbagai coffee shop dan menjadikannya tema event?" Keterlibatan saya sendiri, pada tahun pertama cuma sekedar bantu-bantu, tapi respon yang kami dapat sangat positif, jadi dari tahun berikutnya saya mulai masuk ke cakupan yang lebih serius.
Q.: Apa alasan di balik koneksi antara coffee shop dan T-shirt?
Koga: Coffee shop yang ada di dekat saya kebetulan menjual T-shirt juga, dan itu adalah konten yang bagi saya paling familiar (lol). Pada dasarnya saya sendiri merasa secara umum coffee shop memiliki image casual yang kuat. Belakangan ini juga semakin banyak coffee shop yang juga membuat original T-shirt untuk staff ketika mulai berdiri. Sebagai ekstensi dari hal itu, toko pun mulai memajang dan memperjualbelikan T-shirt untuk pelanggan. Dari sana, T-shirt pun menjadi salah satu culture (goods) yang mudah untuk dibeli oleh para pelanggan. Mengamati komunikasi yang terjalin antara sesama pelanggan melalui selembar T-shirt pun tidak kalah menarik.
Q.: Juga ada bany coffee shop dari luar Prefektur Fukuoka, seperti dari Tokyo dan Osaka yang juga berpartisipasi, bagaimanakah hal ini berawal?
Koga: Pertanyaan ini sebenarnya juga cukup sering ditanyakan oleh para pelanggan! Tahun ini, dari 40 toko yang berpartisipasi, setengahnya (20) berasal dari Fukuoka, sisanya dari luar Prefektur Fukuoka. Waktu event ini pertamakali diadakan (2016), saya dikenalkan oleh berbagai kenalan pribadi, melalui penawaran yang kami buat waktu itu, ada beberapa toko yang tertarik berpartisipasi, tapi selain itu kebanyakan berawal dari staff coffee shop lainnya yang berkunjung dan mulai menyebarkan info tentang event ini. Selain itu, sebagai project dari "Stereo Coffee, pada tahun 2016 event ini pada awalnya dimulai dengan nama "Fukuoka Coffee T-shirt Market," tapi seperti saat ini kami terhubung dengan berbagai pihak di luar Prefektur Fukuoka, dan kami pun merasa tidak perlu membatasi ke area Fukuoka saja, jadi sejak tahun kedua (2017) namanya kami ganti jadi "Coffee T-shirt Store".
Q.: Apa alasan di balik koneksi antara coffee shop dan T-shirt?
Koga: Coffee shop yang ada di dekat saya kebetulan menjual T-shirt juga, dan itu adalah konten yang bagi saya paling familiar (lol). Pada dasarnya saya sendiri merasa secara umum coffee shop memiliki image casual yang kuat. Belakangan ini juga semakin banyak coffee shop yang juga membuat original T-shirt untuk staff ketika mulai berdiri. Sebagai ekstensi dari hal itu, toko pun mulai memajang dan memperjualbelikan T-shirt untuk pelanggan. Dari sana, T-shirt pun menjadi salah satu culture (goods) yang mudah untuk dibeli oleh para pelanggan. Mengamati komunikasi yang terjalin antara sesama pelanggan melalui selembar T-shirt pun tidak kalah menarik.
Q.: Juga ada bany coffee shop dari luar Prefektur Fukuoka, seperti dari Tokyo dan Osaka yang juga berpartisipasi, bagaimanakah hal ini berawal?
Koga: Pertanyaan ini sebenarnya juga cukup sering ditanyakan oleh para pelanggan! Tahun ini, dari 40 toko yang berpartisipasi, setengahnya (20) berasal dari Fukuoka, sisanya dari luar Prefektur Fukuoka. Waktu event ini pertamakali diadakan (2016), saya dikenalkan oleh berbagai kenalan pribadi, melalui penawaran yang kami buat waktu itu, ada beberapa toko yang tertarik berpartisipasi, tapi selain itu kebanyakan berawal dari staff coffee shop lainnya yang berkunjung dan mulai menyebarkan info tentang event ini. Selain itu, sebagai project dari "Stereo Coffee, pada tahun 2016 event ini pada awalnya dimulai dengan nama "Fukuoka Coffee T-shirt Market," tapi seperti saat ini kami terhubung dengan berbagai pihak di luar Prefektur Fukuoka, dan kami pun merasa tidak perlu membatasi ke area Fukuoka saja, jadi sejak tahun kedua (2017) namanya kami ganti jadi "Coffee T-shirt Store".
Beberapa koleksi yang dihadirkan dalam "Coffee T-shirt Store 2020"






TEXT: 4 pelajar Media Studies Course OMULA Fashion College / Photo: Seguchi Kenichi (COMMON)
Artikel Terkait
Link Eksternal
WHAT’S NEW
EDITORS' PICKS
PRESENTS
Semua informasi hadiah asianbeat Present Campaign!
- ◆ Winner announced! Menangkankartu yang telah ditandatangani oleh Aoyama Yoshino dan Suzushiro Sayumi!
- ◆ Winner announced! Menangkankartu yang telah ditandatangani oleh Okasaki Miho, Kumada Akane, dan MindaRyn!
- ◆ Winner announced! Menangkan Movie "Tensura" official acrylic smartphone stand dan Rimuru eco bag!