icon Pengendalian penyakit menular Novel COVID-19 diberlakukan di setiap daerah.
Untuk info terkait event dan status operasional toko, silahkan cek official website yang bersangkutan.

asianbeat Website pop-culture multilingual

  • facebook
  • twitter
  • Instagram

Interview Now - SIN -(1/2)

Previous  |  
SIN
LANGUAGES AVAILABLE: Interview Now Interview Now Interview Now Interview Now Interview Now Interview Now
Berikut interview kami dengan SIN, artis asal Thailand dengan whisper voice-nya yang mempesona! Dengan rekam jejak lagu "Rueang Ching" (lit. "True Moment"), yang diunggah ke YouTube di tahun 2012 telah diputar lebih dari seratus juta kali ini, SIN bukanlah artis sembarangan. Di bulan Februari tahun ini, melalui single berbahasa Jepang "Umi ni naritai (lit. "Ingin menjadi laut") feat. Okamoto Emi" SIN debut di Jepang, dan suaranya yang lembut dan indah ini bakal mengajak pendengarnya ke alam lain♪

Coba dengarkan lagu tentang hubungan jarak jauh yang dihubungkan oleh laut ini.

SIN
ab: "Umi ni naritai feat. Okamoto Emi" ini adalah lagu dengan intro piano dan melodi keseluruhan yang indah. Kabarnya, kamu yang menggarap komposisi musiknya, ya? Pikiran seperti apa yang tersimpan di lagu ini?

Konsep lagu ini tertuang juga pada judulnya, yaitu "laut." Sebelum liriknya ditulis, aku berkomunikasi dengan Emi (partner kolaborasi kali ini) tentang gambaran yang ada di benak aku saat mulai menggarap komposisi lagu ini. Dari situ gambarannya dikembangkan. Lagu ini menggambarkan hubungan asmara jarak jauh yang dihubungkan oleh laut.
ab: Sebagai lagu debutmu di Jepang, apa yang kamu perhatikan saat menggarap kagu ini?

Biasanya, waktu menggarap lagu yang menjadi pusatnya adalah perasaan aku sendiri, tapi kali ini aku menggarap lagu ini sambil memikirkan "Kalau aku debut di Jepang, kira-kira lagu seperti apa yang ingin aku persembahkan untuk para pendengar sekalian?"
ab: Seperti apa kolaborasimu dengan Okamoto Emi?

Kami menghargai peran dan kerja masing-masing, jadi kolaborasi ini berjalan sangat mulus! Lirik yang ditulis oleh Emi sangat indah.
SIN
ab: Lagu "Rueang Ching" yang melankolinya sangat menyentuh itu juga rasanya sangat mengena di hati. Apa yang menjadi sumber dari aktivitas kreatifmu?

Penulisan semua lagu aku mulai dengan arah menyampaikan sebuah cerita atau tema pada para pendengar, yang aku dasarkan pada perasaan yang ada dalam diriku sendiri. Yang selalu aku tekankan adalah memilih kata-kata yang dapat menyentuh hati orang-orang yang mendengarkannya. Ada lagu yang penulisannya perlu waktu bertahun-tahun, tapi ada juga yang selesai sekitar setengah jam, waktu perasaanku sedang membuncah. Jadi tergantung masing-masing lagu, ya.
ab: Baik lagu "FAKE -Japan Version-" maupun "Umi ni naritai ft. Okamoto Emi" dua-duanya terasa menghanyutkan dengan bahasa Jepang yang mengalir lancar. Hal-hal seperti apakah yang kamu gunakan untuk belajar bahasa Jepang?

Dari kecil aku sudah suka lagu dan sering mendengarkan lagu Jepang, dan tanpa sadar bersenandung (lagu dalam bahasa Jepang) juga, jadi mungkin aku secara alami sudah merasa terbiasa. Selain itu, waktu rekaman ada spesialis yang membantu mengecek aksen setiap kata dan lain sebagainya.
Previous  |  

WHAT’S NEW

EDITORS' PICKS

  • This is Fukuoka
  • Interview Now
  • WFS
  • オタクマップ
  • HOT SPOTS

PRESENTS

Semua informasi hadiah asianbeat Present Campaign!
  •  That Time I Got Reincarnated as a Slime the Movie Guren no Kizuna-hen
  • ◆ Menangkan Movie "Tensura" official acrylic smartphone stand dan Rimuru eco bag!
  • Suzume no Tojimari
  • ◆ * Winner announced! A set of a wall sticker and a pamphlet (for media) of movie "Suzume no Tojimari"!