icon Pengendalian penyakit menular Novel COVID-19 diberlakukan di setiap daerah.
Untuk info terkait event dan status operasional toko, silahkan cek official website yang bersangkutan.

asianbeat Website pop-culture multilingual

  • facebook
  • twitter
  • Instagram

Interview Now - 松山洋 (Matsuyama Hiroshi) & Yoann Gueritot -(1/2)

Previous  |  
Matsuyama Hiroshi & Yoann Gueritot
LANGUAGES AVAILABLE: Interview Now Interview Now Interview Now Interview Now Interview Now Interview Now
Developer game yang bermarkas di Fukuoka, CyberConnect2 (CC2) merilis titel baru "Fuga: Melodies of Steel", memperingati ulang tahun ke-25 perusahaan ini, sekaligus menjadi game self-published pertama mereka! Game bergenre dramatic simulation RPG yang mengangkat tema "perang x balas dendam x kemono (beast)" ini dirilisa dalam 9 bahasa, termasuk bahasa Jepang, Inggris, dan Prancis (bahasa Jerman dan Korea rencananya akan ditambahkan pada bulan November 2021). Kami mendapat kesempatan mewawancarai figur sentral pengembangan game ini, CyberConnect2 CEO Matsuyama Hiroshi dan creative director / game desginer Yoann Gueritot!

Senang sekali game ini bisa dimainkan di seluruh dunia!

Matsuyama Hiroshi & Yoann Gueritot
asianbeat: Tolong beri tahu perasaan Anda saat game Fuga: Melodies of Steel dirilis tanggal 29 Juli kemarin!

Matsuyama Hiroshi: Game ini dapat dimainkan di seluruh platform, dan di berbagai penjuru dunia, perasaan saya membuncah! Waktu produksi yang direncanakan 1,5 tahun mundur menjadi tiga tahun, tapi itu terbayar dengan hasil akhir yang membanggakan, dan saya berani merekomendasikannya.
Fuga: Melodies of Steel
Yoann Gueritot: Proses produksinya pahit, ya (hahaha). Tepat setelah rilis, banyak streamer dari berbagai penjuru dunia yang mengunggah video playthrough mereka, sangat senang rasanya bisa merasakan buah pekerjaan saya.

Matsuyama: Ketika ada komentar yang bagus, langsung di-share ke chat internal perusahaan! Review bagus seperti "Pokoknya menarik untuk dimainkan!" dan "Bikin dada sesak--dalam arti yang baik" datang bertubi-tubi!
Matsuyama Hiroshi
Matsuyama Hiroshi

Yoann Gueritot
Yoann Gueritot
Yoann: Ada review yang bilang "Game balance-nya pas." Itu adalah hasil adu pendapat saya dengan (CEO) Matsuyama.

Matsuyama: Musuh-musuhnya tidak terlalu kuat, tidak terlalu lemah, target kami adalah balance-nya harus pas, jadi ketika ada feedback yang baik tentang game balance itu rasanya senang! Yoann sendiri ingin game-nya punya tingkat kesulitan tinggi (hahaha). Kalau pun saya minta Yoann menurunkan tingkat kesulitan, dia mau turunnya sedikit-sedikit saja. Balance di game ini adalah hasil tarik-ulur seperti itu.
Matsuyama Hiroshi
ab: Balance antara desain karakter yang bernuansa fantasi dengan tema "perang x balas dendam x kemono" juga pas sekali, ya.

Matsuyama: Aspek visual game ini terinspirasi dari dunia "Tail Concerto", game 3D action yang kami kembangkan lebih dari dua puluh tahun yang lalu. Untuk game ini sendiri, dibalik desain karakter yang lucu dan imut ada isi cerita yang pedih. Sengaja kami desain untuk menggaet pemain lewat gap (kontradiksi) seperti itu, dan harapannya adalah game ini meninggalkan kesan "wah, game ini kerennya lebih dari yang disangka," dan dapat digandrungi.
ab: Game ini berpusat pada 12 orang anak yang dengan bergulirnya pertempuran demi pertempuran dihadapkan pada pilihan-pilihan yang fatal. Apa yang menjadi perhatian Anda ketika membuat cerita game ini?

Matsuyama Hiroshi & Yoann Gueritot
Yoann: Kami membuat multiple ending, di mana klimaks cerita akan berubah tergantung dari bagaimana player memperlakukan teman seperjuangan mereka. Game ini didesain agar tetap menarik untuk dimainkan berulang-ulang.

Matsuyama: Target kami adalah amalgamasi antara game dan drama di dalamnya. Player harus memilih untuk mengorbankan atau tidak mengorbankan ke-12 karakter yang seperti anak mereka sendiri. Dengan adanya konflik batin seperti itu, setiap kemenangan akan menghasilkan drama. Sekalinya mereka berhasil menamatkan game ini, sebagian besar akan mendapat "normal ending." Dari sana para player akan berpikir, "Apakah benar-benar berakhir hanya seperti ini?" dan akan ada petunjuk-petunjuk mengenai bagaimana cara mendapatkan "true ending." Saya rasa, proporsi player yang bisa mendapatkan "true ending" di playthrough pertama sekitar satu dari dua pulh-tiga puluh orang, ya.

ab: Berapa lamakah durasi game ini?

Matsuyama: Dari hasil tes kami, kurang lebih 15 jam. Para player akan menjadi lebih jago setelah melewati playthrough pertama mereka, jadi kali kedua-ketiga memainkan game ini mungkin bisa tamat dalam sekitar 10 jam, jadi totalnya sekitar 25 jam.

Yoann: Ada player dari Prancis yang main 9 jam non-stop. Saya senang sambutannya meriah seperti ini. Saya harap di masa-masa awal rilis di mana masih sedikit situs yang membahas tips dan trik game ini, para player bisa puas menikmati kebingungan dan kebimbangan yang tersedia.
Fuga: Melodies of Steel
Fuga: Melodies of Steel
©CyberConnect2 Co., Ltd.
Previous  |  

WHAT’S NEW

EDITORS' PICKS

  • This is Fukuoka
  • Interview Now
  • Misako Aoki’s “Kawaii Revolution” Interviews  Produced by 
Takamasa Sakurai
  • WFS
  • オタクマップ
  • HOT SPOTS

PRESENTS

Semua informasi hadiah asianbeat Present Campaign!
  • BATTEN GIRLS
  • *Win a card signed by BATTEN GIRLS!
  • Tsuda Minami, Nagae Rika, and Takahashi Karin
  • *Win a card signed by Nagae Rika, Tsuda Minami and Takahashi Karin !